KOTA BATU – Upaya menjadikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana terus diperkuat.
Salah satunya melalui kolaborasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu dengan manajemen Taman Rekreasi Selecta yang kembali menggelar sosialisasi serta penyuluhan proteksi bahaya kebakaran bagi seluruh karyawan, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Damkarmat dalam memperkuat kesiapsiagaan kawasan wisata dan fasilitas publik.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan bahwa penguatan kemampuan mitigasi bencana di Selecta merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pada 2023, Selecta ditetapkan sebagai percontohan kawasan “Wisata Tangguh Bencana” di Jawa Timur.
Menurutnya, komitmen tersebut semakin diperkuat dengan pemasangan sistem Smart Button Emergency yang telah terintegrasi dengan layanan kedaruratan Damkarmat Kota Batu sejak 2025.
“Seluruh elemen karyawan dilibatkan, mulai dari manajemen hingga tim K3. Tujuannya agar setiap orang memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat, sehingga wisatawan merasa lebih aman saat berkunjung ke Kota Batu,” ujar Agung.
Keunggulan sistem darurat tersebut bahkan telah terbukti di lapangan.
Tak hanya fokus pada ancaman kebakaran konvensional, Damkarmat Kota Batu juga memberikan materi khusus mengenai risiko kebakaran kendaraan listrik yang kini mulai banyak digunakan masyarakat.
Agung menjelaskan bahwa kebakaran baterai berbahan litium memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran biasa.
Risiko thermal runaway yang terjadi pada baterai kendaraan listrik membutuhkan metode penanganan khusus dan tidak dapat dipadamkan dengan cara konvensional seperti menggunakan busa, serbuk kimia, maupun karbon dioksida.
Karena itu, pihaknya mendorong pengelola destinasi wisata untuk mulai menyiapkan sistem mitigasi sejak dini, termasuk pengaturan area parkir khusus kendaraan listrik yang terlindung dari paparan panas berlebih.
“Tren penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat. Kami ingin seluruh destinasi wisata di Kota Batu sudah siap menghadapi potensi risiko tersebut sejak sekarang,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama PT Selecta, H. Sujud Hariadi, mengungkapkan bahwa kecepatan respon petugas Damkarmat sangat mengesankan.
Ia menceritakan, saat uji coba resmi dilakukan, armada pemadam mampu tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit.
Namun yang lebih mengejutkan, ketika tombol darurat tidak sengaja tertekan oleh petugas saat melakukan perbaikan kabel, armada Damkarmat kembali datang tanpa pemberitahuan sebelumnya hanya dalam waktu tujuh menit.
“Peristiwa itu menunjukkan bahwa sistem benar-benar bekerja. Tanpa persiapan apa pun, petugas langsung merespon dan tiba di lokasi dengan sangat cepat,” ungkap Sujud.
Manajemen Selecta menyambut baik langkah antisipatif tersebut.
Meski jumlah pengunjung yang menggunakan kendaraan listrik belum terlalu banyak, pihak pengelola memilih menerapkan langkah pencegahan lebih awal dibanding harus menghadapi risiko di kemudian hari.
Selain edukasi, tim Damkarmat juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem proteksi kebakaran yang dimiliki Selecta.
Audit dilakukan mulai dari penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kesiapan sarana pendukung, hingga prosedur penanganan keadaan darurat.
Selecta telah menyesuaikan penggunaan APAR berdasarkan karakteristik masing-masing area.
Tabung karbon dioksida ditempatkan di ruang kelistrikan, area komputer, serta dapur untuk menghindari kerusakan peralatan.
Sementara APAR jenis powder dan foam disiagakan pada lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran non-elektrikal.
Selain itu, pengelola juga mengoptimalkan keberadaan kolam dan sumber air di kawasan wisata dengan dukungan pompa portabel sebagai alternatif sistem hidran.
Sebagai bagian dari praktik lapangan, seluruh peserta mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan tabung APAR yang sudah memasuki masa kedaluwarsa.
Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus membangun ketenangan saat menghadapi situasi darurat seperti korsleting listrik, kebocoran LPG, maupun gangguan lainnya.
Keberhasilan Selecta dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana kini mulai menjadi contoh bagi berbagai kawasan strategis lainnya di Kota Batu.
Setelah sejumlah destinasi wisata mendapatkan edukasi serupa, Pasar Induk Among Tani juga telah diresmikan sebagai Pasar Tangguh Bencana.
Damkarmat Kota Batu berharap seluruh pusat layanan publik, kawasan wisata, dan fasilitas strategis lainnya memiliki sistem perlindungan yang memadai serta sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Dengan langkah tersebut, Kota Batu tidak hanya menawarkan keindahan wisata, tetapi juga memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Fur)






