LAMONGAN – Di bawah langit pagi yang cerah dan angin sejuk yang menyapa persawahan Dusun Kebon Agung, Desa Sumberejo, sebuah semangat luar biasa membara dari para pendekar muda, Senin (16/6/2025)
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Sumberejo menyelenggarakan kegiatan kenaikan tingkat sabuk dari Jabon ke sabuk hijau, sebuah momentum sakral yang menandai tahapan penting dalam perjalanan seorang siswa PSHT.
Acara yang digelar dengan penuh khidmat itu tidak hanya dihadiri oleh ratusan warga PSHT dari berbagai penjuru, namun juga mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari aparat keamanan.
Kapolsek Pucuk, AKP Suud, SH, bersama jajaran anggota Polsek Pucuk, hadir langsung di lokasi sebagai bentuk apresiasi dan pengawalan atas kegiatan positif tersebut.
“Kami bangga bisa hadir di tengah kegiatan seperti ini. PSHT bukan hanya mengajarkan bela diri, tapi juga menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta tanah air. Ini adalah warisan budaya yang patut dijaga,” tutur AKP Suud dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hangat para hadirin.
Dalam prosesi kenaikan tingkat, para siswa diuji baik secara fisik maupun mental. Keringat yang menetes bukan hanya saksi perjuangan, melainkan juga lambang tekad dan komitmen untuk menjadi insan berbudi luhur.
Setiap jurus yang dilantunkan, setiap gerak yang diselaraskan, mengandung makna mendalam tentang kesabaran, kekuatan, dan keteguhan hati.
Tak hanya menjadi ajang ujian, kegiatan ini juga mempererat jalinan silaturahmi antarwarga dan tokoh masyarakat. Nuansa guyub, rukun, dan penuh kekeluargaan terasa begitu kuat sepanjang acara berlangsung.
“PSHT bukan hanya organisasi pencak silat. Ini adalah keluarga besar. Dan hari ini, keluarga kami bertambah satu langkah lebih maju,” ujar salah satu sesepuh PSHT Sumberejo dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Di akhir acara, prosesi pengikatan sabuk hijau dilakukan secara simbolis, disambut dengan lantunan yel-yel semangat dan sorak sorai penuh kebanggaan. Sebuah doa bersama menutup kegiatan, memohon agar para pendekar muda senantiasa diberi kekuatan, rendah hati, serta setia pada jalan kebenaran.
Hari itu, Dusun Kebon Agung bukan sekadar saksi sebuah acara. Ia menjadi tempat lahirnya semangat baru, tempat bersemainya jiwa-jiwa muda yang siap menjaga tradisi dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur PSHT.(Ded)






