Daerah

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Bojonegoro Minta Warga Tak Takut Didata

amunisinews001
7841
×

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Bojonegoro Minta Warga Tak Takut Didata

Sebarkan artikel ini
IMG 20260614 WA0004

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro memperkuat langkah menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi dan Deklarasi Komitmen Bersama Mendukung Sukses Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Dewarna, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menyatukan Langkah, Menguatkan Komitmen Bersama” itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

Acara diawali dengan penyematan rompi kepada perwakilan peserta pelatihan dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian pelatihan petugas sensus.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Bojonegoro dan BPS Bojonegoro juga menandatangani pakta komitmen bersama untuk memastikan proses pendataan berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Setelah pelaksanaan pada tahun 2016, tahun ini kembali dilakukan pendataan secara menyeluruh untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, data sensus memiliki peran penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Karena itu, akurasi dan kelengkapan data menjadi faktor utama yang harus dijaga selama proses pendataan berlangsung.

Wakil Bupati juga memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 yang tercatat tumbuh sebesar 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut dipengaruhi oleh menurunnya sektor minyak dan gas bumi (migas) sebesar 8,72 persen.

Namun demikian, sektor pertanian mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kenaikan mencapai 14,2 persen.

“Jika sektor pertanian tidak mengalami peningkatan, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro bisa berada pada posisi minus. Dampaknya juga dirasakan sektor lain seperti makanan dan minuman, jasa kesehatan, serta berbagai sektor pendukung lainnya,” jelas Nurul Azizah.

Dia juga mengingatkan seluruh petugas sensus untuk mengedepankan profesionalisme saat bertugas di lapangan.

Petugas diminta menggali data secara lengkap dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan sensus ekonomi.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap pendataan ekonomi berkaitan dengan perpajakan.

Padahal, sensus dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan dengan pajak. Pendataan ini bertujuan mengukur kondisi dan kesejahteraan masyarakat sehingga data yang diperoleh benar-benar menggambarkan keadaan sebenarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, mengungkapkan bahwa total petugas yang akan diterjunkan dalam Sensus Ekonomi 2026 mencapai 1.479 orang.

Untuk memastikan kualitas pendataan, pelatihan petugas dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni Hotel Aston, Hotel Eastern, dan Hotel Dewarna.

Syawaluddin menjelaskan bahwa proses pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 1 Agustus 2026.

Pelatihan yang diberikan bertujuan menyamakan standar kompetensi petugas sehingga seluruh data yang dihimpun dapat memenuhi kebutuhan statistik nasional maupun daerah.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang selama ini aktif mendukung setiap tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk fasilitasi kegiatan, tetapi juga melalui penguatan sosialisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar masyarakat memahami pentingnya sensus ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Syawaluddin berharap dukungan para tokoh daerah terus berlanjut selama proses pendataan berlangsung.

Bahkan, BPS berharap Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro dapat menjadi responden pertama yang didata sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Menutup sambutannya, Syawaluddin berpesan kepada seluruh petugas untuk menjaga integritas, profesionalisme, serta kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan.

Karena itu, seluruh petugas diminta menghindari segala bentuk manipulasi maupun rekayasa data.

“Jaga integritas, kesehatan, dan keselamatan selama bertugas. Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk menghasilkan data ekonomi Bojonegoro yang akurat, berkualitas, dan dapat menjadi dasar pembangunan yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (yin)