LAMONGAN – Hamparan hijau sawah di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, menjadi saksi hadirnya semangat kolaborasi lintas sektor dalam wujud nyata program ketahanan pangan. Selasa (17/6/2025)
Di tengah semilir angin musim panen, Wakapolres Lamongan Kompol I Made Prawira Wibawa, S.T., M.I.K., turut mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.
Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari rangkaian peninjauan langsung ke pusat aktivitas Kampung Pandu program unggulan Kodim 0812/Lamongan yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan dalam satu nafas ketahanan pangan terpadu.
Turut hadir dalam momen tersebut jajaran pejabat tinggi dari unsur TNI, Polri, dan pemerintahan daerah, di antaranya Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi, Ketua DPRD Lamongan, Ketua PN Lamongan, serta perwakilan Kejaksaan Negeri dan Sekretariat Daerah.
Kegiatan dimulai dari Posko Kampung Pandu, di mana para tamu negara disambut hangat oleh jajaran Forkopimda. Rombongan kemudian meninjau berbagai unit produksi yang menjadi pilar ketahanan pangan lokal.
mulai dari kolam ikan yang tenang, kandang ternak yang rapi, hingga sawah hijau yang siap panen. Puncaknya adalah panen raya simbolis varietas padi lokal PMJ-91, yang menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi petani Lamongan.
Kompol I Made Prawira Wibawa dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menguatkan fondasi ketahanan pangan masyarakat.
“Kami percaya, ketahanan pangan bukan sekadar urusan perut, melainkan soal kedaulatan dan masa depan. Polres Lamongan siap menjadi mitra aktif dalam menjaga dan mendampingi setiap proses pembangunan yang berpihak pada rakyat,” tegasnya dengan semangat.
Sebagai penutup rangkaian, dilakukan peresmian Kampung Pandu dan Bukit Tidar Tunas Indonesia Berkibar melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebuah simbol lahirnya harapan baru dari desa, untuk negeri.(Ded)






