LAMONGAN – Suasana semarak dan penuh harapan mengiringi pembukaan musim giling tebu tahun 2025 yang digelar PT. Kebun Tebu Mas (KTM) di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Kemis (22/5/2025)
Acara ini mengusung semangat kebersamaan melalui tema “ONE TEAM ONE GOAL Bersama Petani, Sukseskan Giling 2025 Menuju Kesejahteraan dan Kemajuan Bersama”, menjadi simbol kolaborasi antara perusahaan, petani, dan aparat setempat dalam membangun masa depan pertanian yang lebih sejahtera.
Hadir dalam momen bersejarah ini, Danramil 0812/08 Sambeng Kapten Inf Muh. Jari dan Danramil 0812/06 Ngimbang Kapten Inf Mustoha, bersama Camat Ngimbang Bambang Purnomo, A.P, M.M, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H., serta ratusan petani dari Kecamatan Ngimbang dan Sambeng.
Dalam sambutannya, Production Director PT. Kebun Tebu Mas, Jumnion Sroysen, menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberhasilan musim giling tahun ini.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proses produksi, melainkan langkah nyata menuju peningkatan kesejahteraan petani dan terwujudnya swasembada gula nasional.
“Kami menaruh harapan besar pada musim giling tahun ini. Semoga berjalan lancar, sukses, dan menjadi tonggak kemajuan bersama antara perusahaan dan petani,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Kapten Inf Muh. Jari menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kondusivitas wilayah selama kegiatan berlangsung. Ia menyadari pentingnya peran keamanan demi kelancaran setiap proses di pabrik yang menjadi tumpuan hidup banyak petani di dua kecamatan tersebut.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami berkewajiban memastikan setiap kegiatan berjalan aman dan tertib. PT. KTM adalah denyut nadi ekonomi warga Sambeng dan Ngimbang,” tuturnya tegas.
Acara pembukaan ditandai dengan prosesi simbolik yang sarat makna: pemukulan gong, seremoni “tebu manten” sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan hasil bumi, serta penekanan tombol sirine sebagai penanda dimulainya proses giling.
Semangat dan optimisme terasa kuat di tengah para hadirin. Giling tebu 2025 bukan hanya tentang memproduksi gula, tetapi juga tentang membangun kemitraan yang adil, mewujudkan kedaulatan pangan, dan membuka jalan menuju kesejahteraan petani yang lebih baik.(Ded)






