Peristiwa

‎Tragedi Di Jalan Raya Lamongan, Pickup muatan Merpati Balap Oleng, Hantam Truk Tronton, Satu Orang Luka

orbitnasional333
5244
×

‎Tragedi Di Jalan Raya Lamongan, Pickup muatan Merpati Balap Oleng, Hantam Truk Tronton, Satu Orang Luka

Sebarkan artikel ini
Img 20251005 wa0027 copy 1280x765

LAMONGAN — Aroma siang di Jalan Raya Lamongan–Babat semula berhembus tenang, hingga dentuman keras memecah keheningan.

‎Sebuah mobil pickup yang membawa puluhan burung merpati balap mengalami kecelakaan tragis, setelah oleng dan menabrak truk tronton yang sedang terparkir di tepi jalan, Minggu (05/10/2025)

‎Insiden itu terjadi di Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Sabtu petang, dan menyebabkan satu orang terluka cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

‎Pickup bernomor polisi P 9085 G itu dikemudikan oleh Muhammad Iqbal (36), warga asal Kecamatan Jenggawah, Jember.

‎Ia tengah menempuh perjalanan jauh, membawa merpati balap untuk mengikuti lomba ke dua kota yaitu Semarang dan Jember.

Namun, di tengah perjalanan, laju kendaraannya goyah seperti kehilangan kendali hingga akhirnya menghantam truk tronton bernopol B 9457 TEW yang tengah parkir di pinggir jalan nasional.

‎“Diduga pengemudi kehilangan konsentrasi. Mobil oleng dan akhirnya menabrak truk tronton yang sedang berhenti,” terang Ipda Hadi Siswanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, saat dikonfirmasi.

‎Benturan keras itu mengakibatkan bagian depan pickup ringsek parah. Tak hanya itu, sebagian burung merpati pun sempat terlepas dari kandang, beterbangan panik di tengah kepanikan warga yang mulai berdatangan ke lokasi.

‎Seorang penumpang yang turut berada di dalam kendaraan mengalami luka dan langsung dibawa ke RSU Muhammadiyah Babat untuk mendapatkan perawatan intensif.

‎Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

‎Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur alkohol atau narkoba, namun kelelahan diduga kuat menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.

‎“Kami mengingatkan semua pengendara, terlebih yang menempuh jarak jauh, untuk tidak memaksakan diri saat mengantuk atau lelah. Pastikan kendaraan dan kondisi tubuh dalam keadaan optimal,” tegas Ipda Hadi.

‎Tragedi ini menjadi pengingat, bahwa satu detik kelengahan di jalan bisa berujung petaka.

‎Di balik jeruji kandang burung-burung kecil yang tak bersalah, tersimpan kisah perjalanan yang tak sampai dan luka yang tertinggal.(Ded)