LAMONGAN — Suasana yang seharusnya tenang di jalur nasional Lamongan Babat berubah menjadi duka mendalam. Sebuah bus pariwisata melaju tanpa ampun dan menghantam sepasang suami istri yang tengah berboncengan motor.
Dalam hitungan detik, kehidupan berubah. Sang suami, Priambodo (warga Widang, Tuban), meregang nyawa di tempat. Sementara istrinya dilarikan ke rumah sakit dengan luka berat di kepala.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Desa Sukodadi. Menurut keterangan pihak kepolisian, korban tengah mengurangi kecepatan saat bus bernomor polisi B 7293 FGA, yang dikemudikan oleh Nur Sodik, melaju dari belakang. Diduga, sang sopir tidak menyadari keberadaan motor di depannya hingga kecelakaan tak terelakkan.
“Benturan sangat keras terjadi. Korban laki-laki meninggal di lokasi karena luka parah di kepala, sementara istrinya masih dalam penanganan intensif di RS Muhammadiyah Lamongan,” ujar Ipda Hadi Siswanto dari Satlantas Polres Lamongan, Selasa (27/5/2025)
Pihak berwajib telah mengamankan sopir bus dan kendaraan sebagai barang bukti, sembari mendalami lebih lanjut penyebab kecelakaan.
Tragedi ini bukan sekadar angka statistik kecelakaan lalu lintas. Ini adalah cerita cinta yang terhenti mendadak di tikungan jalan. Sebuah pengingat pahit bahwa nyawa bisa melayang hanya dalam sekejap kelalaian.
Kepada semua pengguna jalan, semoga ini menjadi pelajaran: berkendaralah dengan hati, bukan hanya dengan gas dan rem.(Ded)






