Peristiwa

Tragedi Dijalan Poros Sukodadi Paciran Satu Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Tragis di Desa Duko

956
×

Tragedi Dijalan Poros Sukodadi Paciran Satu Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Tragis di Desa Duko

Sebarkan artikel ini
Img 20250807 wa0012

LAMONGAN — Suasana tenang pagi hari di Desa Duko, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mendadak berubah menjadi duka. kemis (7/8/2025)

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di jalan poros provinsi arah Sukodadi Paciran.

Peristiwa nahas ini merenggut satu nyawa muda, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Kejadian memilukan itu terjadi ketika dua pemuda yang masing-masing mengendarai sepeda motor melintas di jalur yang sama namun dari arah yang berbeda.

Motor Honda Vario 125 bernomor polisi S 2262 JCH, yang dikemudikan oleh Adit (25 tahun), warga Desa Geger, Kecamatan Sukodadi, tengah melaju dari arah selatan dengan kecepatan sedang.

Namun, tanpa diduga, dari arah perkampungan tiba-tiba muncul motor Honda Stelaio dengan nomor polisi S 2744 JCV, dikendarai oleh Heri (25 tahun), pemuda asal Desa Kolilo, Kecamatan Sukodadi.

Motor Heri menyebrang secara mendadak, menembus jalur utama tanpa memberi ruang waktu bagi Adit untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, suara dentuman keras terdengar hingga radius puluhan meter. Warga sekitar berhamburan keluar rumah,

menyaksikan dua motor dalam kondisi hancur dan kedua pengendara tergeletak di jalanan beraspal yang sudah berlumuran darah.

Sang pengemudi motor Stelaio, Heri, terpental sejauh beberapa meter dan mengalami luka parah di bagian kepala.

Upaya pertolongan segera dilakukan oleh warga dan petugas medis yang datang ke lokasi, namun nyawa Heri tak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara itu, Adit mengalami luka ringan dan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Dalam waktu singkat, unit Laka Lantas Polres Lamongan tiba di tempat kejadian.

Mereka langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan yang mengalami kerusakan parah.

Jenazah Heri kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk dilakukan visum dan proses identifikasi lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Lamongan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam berkendara,

terlebih di jalur-jalur provinsi yang seringkali menjadi titik rawan kecelakaan.

“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu memperhatikan keselamatan, baik diri sendiri maupun orang lain. Gunakan helm, patuhi rambu, dan pastikan kondisi jalan saat hendak menyebrang,” tegasnya.

Kabar duka atas meninggalnya Heri cepat menyebar di desanya. Warga Desa Kolilo.

tempat almarhum berasal, tampak berkumpul di rumah duka. Tangis keluarga dan kerabat pecah.

ketika jenazah Heri tiba, dibawa pulang dalam kondisi yang tak lagi utuh.

Heri dikenal sebagai pemuda yang ramah, santun, dan aktif dalam kegiatan masyarakat.

Kepergiannya yang mendadak bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga duka mendalam bagi rekan-rekan dan tetangganya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa jalanan bukan tempat untuk tergesa-gesa, apalagi lalai.

Setiap detik di jalan raya bisa berarti hidup atau mati. Dalam kehidupan yang serba cepat ini.

kita kadang lupa bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Tidak ada satu tujuan pun yang terlalu penting hingga harus mengorbankan nyawa.

Mari bersama-sama menjadi pengguna jalan yang bijak, menjaga etika berlalu lintas.

dan saling menghormati di jalan. Karena setiap orang yang kita temui di jalan adalah seseorang yang berharga.

bagi orang lain anak dari seorang ibu, saudara dari seseorang, atau bahkan sahabat yang ditunggu kepulangannya.(Ded)