LAMONGAN – Semangat membangun ketahanan pangan tak lagi hanya menjadi tugas petani atau pemerintah. Kini, kampus pun turut ambil bagian. Universitas Islam Lamongan (Unisla) membuktikan peran strategisnya dengan memulai penanaman Padi PMJ 01, varietas unggulan hasil kolaborasi dengan Kodim 0812 Lamongan.
Kemis (8/5/2025)
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam sinergi antara dunia pendidikan, pemerintahan, dan militer dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Varietas PMJ 01 bukan sekadar bibit, tetapi simbol harapan dengan produktivitas tinggi, ketahanan terhadap penyakit, dan aroma khas yang menggoda, ia diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian lokal.
Hari ini, kita hadir di kampus bukan untuk seminar atau diskusi, tapi untuk menanam harapan,” ujar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, penuh semangat.
Menurutnya, lahan pertanian di Lamongan ditargetkan mencapai lebih dari 192 ribu hektare dalam mendukung kemandirian pangan, dan Unisla kini turut berkontribusi nyata.
Dukungan juga datang dari Kepala LLDikti Wilayah 7 Jawa Timur, Prof. Dyah Safitri, yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga ketahanan pangan. “Sudah saatnya kampus menjadi motor perubahan, bukan hanya menara gading,” tegasnya.
Sementara itu, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan dari Kodim 0812 menambahkan bahwa bibit PMJ telah melalui serangkaian uji lapangan dan terbukti unggul dalam berbagai kondisi. Penanaman di Unisla menjadi perluasan dari demplot militer yang sebelumnya sukses.
Rektor Unisla, Dr. Abdul Ghofur, menegaskan bahwa ini adalah bentuk transformasi pendidikan. “Kampus tak boleh lagi hanya jadi ruang belajar. Ia harus menjelma menjadi ladang pengabdian,” katanya.
Langkah Unisla ini bukan sekadar simbolik. Ia adalah pernyataan tegas: masa depan pangan Indonesia juga ditanam dari bangku kuliah. (Ded)






