Daerah

Warga Ngorogunung Bojonegoro Krisis Air, PMI Turun Bawa 10.000 Liter

amunisinews001
0
×

Warga Ngorogunung Bojonegoro Krisis Air, PMI Turun Bawa 10.000 Liter

Sebarkan artikel ini
IMG 20260819 WA0037

BOJONEGORO – Musim kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih semakin dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Salah satunya Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, yang mendapat bantuan distribusi air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 10.000 liter air bersih atau satu tangki didistribusikan PMI kepada warga Desa Ngorogunung pada Selasa (18/8/2026).

Bantuan tersebut dipusatkan di wilayah RT 09 dan RT 10, RW 03, untuk membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari masyarakat.

Tak hanya menyalurkan air, tim PMI yang turun ke lokasi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.

Bendahara PMI Kabupaten Bojonegoro, Eko Margono, bersama tim PMI turut memastikan proses pendistribusian berjalan tertib sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Koordinator Droping Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ke Desa Ngorogunung dilakukan berdasarkan petunjuk serta hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

“Kami berharap kehadiran tim ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau,” ujarnya.

Bagi warga, pasokan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat vital.

Air digunakan untuk berbagai aktivitas harian, mulai dari memasak dan minum hingga menjaga kebersihan diri serta lingkungan keluarga.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan selama musim kemarau.

“Untuk minggu ini, kegiatan droping air bersih PMI menyasar wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, khususnya Kecamatan Bubulan dan Temayang,” katanya.

Penentuan titik distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama BPBD Bojonegoro.

Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan dapat diberikan secara tepat sasaran, terutama kepada wilayah yang mengalami kebutuhan air bersih.

Selain bantuan air, PMI juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan masyarakat ketika ketersediaan air terbatas.

Langkah PMI Bojonegoro ini menunjukkan bahwa bantuan di tengah musim kemarau bukan hanya soal mengantarkan air.

Lebih dari itu, kehadiran relawan menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Bagi warga Ngorogunung, 10.000 liter air yang datang di tengah kemarau menjadi bantuan yang begitu berarti.

Setetes air mungkin terlihat sederhana, namun bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan, manfaatnya sangat besar. (Yin)