BOJONEGORO – Kesibukan mencari berita dan menjalankan aktivitas sehari-hari tidak menjadi penghalang bagi anggota Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Bojonegoro untuk menjaga kekompakan.
Melalui pertemuan rutin bulanan yang digelar secara bergilir di rumah anggota, organisasi ini terus merawat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik dan kepedulian sosial.
Suasana kekeluargaan terlihat dalam pertemuan PJI Bojonegoro yang berlangsung di kediaman Mukhlisin, anggota PJI dari media Kampungberita, Minggu (11/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar anggota sekaligus mengevaluasi kegiatan organisasi sepanjang 2026 dan membahas persiapan program kerja tahun 2027.
Tradisi menggelar pertemuan secara bergantian di rumah anggota bukan sekadar agenda rutin.
Cara ini menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk mengenal lebih dekat kehidupan, lingkungan, dan keluarga sesama anggota.
Dengan demikian, hubungan yang terbangun tidak hanya sebatas rekan seprofesi, tetapi juga tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang diharapkan tetap kuat di tengah perbedaan aktivitas dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam kesempatannya, Ketua PJI Bojonegoro, Syamsul Anam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang terus menjaga solidaritas dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi.
Dia menilai keberhasilan pelaksanaan program selama ini tidak terlepas dari semangat gotong royong, kerja sama dan kesediaan anggota untuk saling mendukung.
Apresiasi juga disampaikan kepada panitia yang telah mencurahkan waktu dan tenaga demi menyukseskan berbagai agenda sepanjang 2026.
“Terima kasih kepada seluruh anggota PJI Bojonegoro yang selama ini tetap solid dan menjaga kekeluargaan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim panitia yang telah bekerja keras menyukseskan berbagai kegiatan pada 2026. Mulai dari pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu, gathering di Gunung Lawu, hingga kegiatan panggung hiburan HUT ke-28 PJI di Gor utama Bojonegoro. Semua ini bisa terlaksana berkat kebersamaan dan kerja sama kita,” ungkap Anam.
Menurutnya, kekompakan merupakan modal penting agar organisasi dapat terus bergerak dan menjalankan program yang bermanfaat.
Karena itu, evaluasi kegiatan dan pembahasan agenda 2027 menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program ke depan.
Anam berharap seluruh anggota senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan aktivitas, serta rezeki yang barokah.
Dirinya juga mengajak anggota mempertahankan semangat kebersamaan agar program organisasi berikutnya dapat terlaksana dengan baik.
Bagi PJI Bojonegoro, tugas insan pers tidak berhenti pada kegiatan mencari informasi, melakukan peliputan dan menyajikan berita kepada publik.
Kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar juga menjadi nilai yang perlu terus ditumbuhkan.
Anam menegaskan bahwa wartawan dapat mengambil peran sosial sesuai kemampuan, terutama dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Intinya, insan pers selain menulis berita juga harus memiliki jiwa sosial. Kita harus peka terhadap kondisi masyarakat dan berusaha membantu warga yang membutuhkan sesuai kemampuan kita. Semoga kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Semangat tersebut tercermin dalam sejumlah kegiatan yang telah dijalankan PJI Bojonegoro, termasuk program pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu.
Melalui kegiatan semacam itu, organisasi berharap keberadaan wartawan tidak hanya dirasakan melalui informasi yang disampaikan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kontribusi nyata sesuai kapasitas dan kemampuan organisasi.
Selain membangun solidaritas dan kepedulian sosial, PJI Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah profesi jurnalistik.
Anam menyampaikan bahwa organisasi wartawan harus mampu menjadi ruang bagi anggota untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, meningkatkan kemampuan jurnalistik, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi ketika menjalankan tugas peliputan.
Komitmen tersebut mencakup upaya menjaga kemerdekaan pers, meningkatkan profesionalisme wartawan dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Menurutnya, kemerdekaan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional, akurasi informasi, keberimbangan dan kepatuhan terhadap kode etik.
Dengan prinsip itu, PJI Bojonegoro diharapkan menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat hubungan antarwartawan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Sementara, Penasihat PJI Bojonegoro, Sutrisno yang akrab disapa Mbah Alex, mengungkapkan kekagumannya terhadap kebersamaan yang terjalin di antara para anggota.
Menurutnya, menjaga organisasi tetap solid bukan perkara sederhana. Setiap anggota memiliki karakter, latar belakang, pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda.
Kondisi tersebut menuntut adanya komunikasi serta kesadaran bersama agar hubungan persaudaraan tetap terpelihara.
“Saya sangat kagum dengan anggota PJI Bojonegoro. Membangun kekompakan dan kesolidan dalam sebuah organisasi itu tidak mudah. Di usia saya yang sudah tua dan dengan pengalaman bertahun-tahun, baru kali ini saya melihat wartawan bisa berkumpul bersama dan tetap solid seperti ini,” ungkap Mbah Alex.
Dia memahami bahwa sebagian anggota tidak hanya menjalankan profesi sebagai jurnalis, tetapi juga memiliki aktivitas lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baginya, mencari nafkah dan memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga merupakan hal penting.
Namun, kesibukan tersebut tidak harus menjadi alasan untuk mengabaikan komunikasi dan kebersamaan dalam organisasi.
“Walaupun teman-teman anggota selain menulis atau menjadi jurnalis juga memiliki kesibukan lain, mereka masih bisa menjaga kebersamaan. Kita semua punya tanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga. Itu hal yang wajar dan harus menjadi prioritas. Namun, di tengah kesibukan masing-masing, kita tetap bisa meluangkan waktu untuk organisasi dan menjaga persaudaraan. Menurut saya, ini sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.
Mbah Alex berharap kekompakan tersebut tidak hanya terjaga ketika pertemuan rutin berlangsung.
Ia mengajak seluruh anggota terus membangun komunikasi, saling menghargai perbedaan pendapat, dan membantu satu sama lain ketika dibutuhkan.
Menurutnya, organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang seluruh anggotanya memiliki kesibukan seragam, melainkan organisasi yang mampu menyatukan perbedaan dalam semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Pertemuan rutin di kediaman Mukhlisin menjadi bagian dari upaya PJI Bojonegoro menjaga keberlangsungan organisasi.
Evaluasi kegiatan 2026 sekaligus pembahasan program kerja 2027 diharapkan membantu organisasi menyusun agenda yang lebih terarah.
Ke depan, kekompakan anggota diharapkan menjadi kekuatan untuk melanjutkan kegiatan sosial, mempererat persaudaraan, meningkatkan profesionalisme wartawan dan memperjuangkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab.
Bagi PJI Bojonegoro, kebersamaan bukan hanya duduk bersama dalam satu forum.
Lebih dari itu, kebersamaan berarti tetap saling mendukung di tengah kesibukan, menghormati tanggung jawab keluarga dan menjaga komitmen terhadap organisasi.
Dengan semangat solidaritas, profesionalisme dan kepedulian sosial, PJI Bojonegoro berupaya terus tumbuh sebagai organisasi wartawan yang mampu menjaga kualitas jurnalistik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro. (yin)






