Daerah

Proyek TPT di Sumberrejo Bojonegoro Mandek, Besi Berkarat dan Tanah Jalan Terkikis

×

Proyek TPT di Sumberrejo Bojonegoro Mandek, Besi Berkarat dan Tanah Jalan Terkikis

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Wotan–Kayulemah, Desa Teleng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah aktivitas pengerjaan dilaporkan terhenti hampir dua minggu.

Kondisi proyek senilai Rp196,6 juta tersebut memicu kekhawatiran warga dan desakan agar dinas terkait segera turun tangan.

Berdasarkan pantauan hingga Selasa (13/10/2026), tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi proyek.

Sementara itu, kondisi material konstruksi dan tanah di sekitar galian menjadi perhatian karena berada di dekat badan jalan beton yang setiap hari dilalui kendaraan.

Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2026 tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro.

Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp196.690.200. Proyek dengan volume panjang 59 meter dan tinggi 1,5 meter itu dikerjakan oleh PT Sinergi Multi Kontraktor, dengan pengawasan CV Surya Consultan.

Adapun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tercatat selama 180 hari kalender.

Terhentinya pekerjaan tersebut menuai perhatian aktivis publik Bojonegoro, Bambang Karyawanto.

Ia meminta dinas terkait segera mengevaluasi kondisi proyek dan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan kontrak serta standar keselamatan konstruksi.

Menurut Bambang, proyek yang menggunakan anggaran daerah harus mendapat pengawasan serius, terlebih jika penghentian pekerjaan berlangsung ketika kondisi konstruksi belum terlindungi secara memadai.

“Ini uang rakyat Rp196 juta. Kalau dibiarkan mangkrak, besi tulangan berkarat, bekisting lapuk, jelas ada indikasi kelalaian konstruksi dan pemborosan anggaran. Dinas PU Bina Marga harus segera menegur keras kontraktor. Jangan tunggu jalan ambles baru bertindak,” tegas Bambang.

Dia menilai, kondisi di lapangan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebab berhentinya pekerjaan sekaligus memastikan keamanan jalan bagi masyarakat yang melintas.

Meski demikian, penyebab terhentinya proyek dan ada tidaknya pelanggaran dalam pelaksanaannya masih perlu diklarifikasi kepada pihak kontraktor maupun dinas terkait.

Kekhawatiran terhadap proyek TPT di Sumberrejo ini juga muncul dari kondisi fisik di lokasi.

Berdasarkan pantauan yang disampaikan, besi tulangan di area galian terlihat mengalami korosi dengan warna cokelat kehitaman.

Papan bekisting juga dilaporkan mulai melapuk, sedangkan tanah di sekitar penopang badan jalan mengalami pengikisan.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena TPT berfungsi membantu menahan tanah agar tidak mudah bergeser atau tergerus.

Apabila pekerjaan tidak segera ditangani dengan tepat, kestabilan tanah di sekitar badan jalan dikhawatirkan terganggu.

Terbentuknya rongga di bawah tepi jalan beton juga menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi.

Jika kondisi tanah terus terkikis dan tidak segera ditangani, badan jalan berpotensi mengalami kerusakan, terutama ketika menerima beban kendaraan berat.

Karena itu, pemeriksaan teknis dan pengamanan lokasi dinilai penting untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ahmad, warga setempat yang rutin melintasi Jalan Wotan–Kayulemah.

Dirinya mengaku tidak melihat aktivitas pekerja di lokasi selama hampir dua minggu terakhir.

“Sudah sekitar dua minggu tidak ada pekerja sama sekali. Besi-besinya sudah karatan dan tanah di bawah pinggiran jalan beton pelan-pelan gugur ke dasar parit. Kami sangat khawatir tepi jalannya bisa langsung jebol kalau dilewati truk,” ungkap Ahmad, Selasa (13/10/2026).

Bagi warga, kondisi tersebut bukan hanya persoalan proyek yang belum selesai.

Mereka juga mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan apabila pengikisan tanah di sekitar badan jalan semakin parah.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan, memastikan area berisiko mendapat pengamanan, serta memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan TPT tersebut.

Hingga berita ini ditulis, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari PT Sinergi Multi Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan dan Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro.

Keterangan dari kedua pihak diperlukan untuk menjelaskan penyebab terhentinya aktivitas proyek, progres pekerjaan, serta langkah yang akan diambil guna memastikan konstruksi dan badan jalan tetap aman.

Publik juga menantikan penjelasan mengenai jadwal kelanjutan pekerjaan dan langkah pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah sebesar Rp196.690.200 tersebut.

Perkembangan proyek ini perlu menjadi perhatian bersama, selain memastikan pekerjaan diselesaikan sesuai ketentuan, keselamatan pengguna Jalan Wotan–Kayulemah dan akuntabilitas penggunaan uang rakyat juga harus menjadi prioritas. (yin)