Infotaiment

Bojonegoro Mulai Diguyur Hujan, Ini Prediksi Musim Hujan 2026

×

Bojonegoro Mulai Diguyur Hujan, Ini Prediksi Musim Hujan 2026

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Setelah berbulan-bulan bergelut dengan cuaca panas dan suhu udara yang mencapai 35 hingga 38 derajat Celsius, masyarakat Kabupaten Bojonegoro akhirnya merasakan turunnya hujan.

Hujan yang mengguyur wilayah perkotaan dan sejumlah kecamatan pada Rabu (21/10/2026) sore itu membawa kesejukan setelah kemarau panjang.

Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB, meski belum merata dengan intensitas tinggi, rintik-rintik air hujan masih terasa hingga menjelang waktu Magrib di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Kapas, Balen, Sumberrejo, Kanor, hingga Kedungadem.

Aroma tanah yang menguar ketika air hujan pertama menyentuh permukaan bumi seolah menjadi penanda datangnya kesejukan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Setelah menghadapi teriknya matahari selama musim kemarau, turunnya hujan ini pun disambut dengan rasa syukur.

Momen tersebut terasa semakin bermakna karena hujan turun sehari setelah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama elemen masyarakat menggelar sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Sholat Istisqa tersebut dilaksanakan di Masjid Baabus Shofa pada Selasa (20/10/2026), sehari sebelum hujan mulai membasahi wilayah Bojonegoro.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, Akmal Ismail Yatim, mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan di wilayah Bojonegoro.

Menurutnya, hujan yang datang sehari setelah pelaksanaan sholat Istisqa menjadi kabar menggembirakan bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang selama ini menantikan berakhirnya cuaca panas.

“Setelah pimpinan Bojonegoro dan masyarakat melaksanakan sholat Istisqa di Masjid Baabus Shofa kemarin, selang satu hari Bojonegoro kota diguyur hujan. Alhamdulillah doa pimpinan dan masyarakat diijabah Allah SWT. Hujan ini pertanda berkah barokah,” ujarnya.

Turunnya hujan tersebut menjadi momentum untuk kembali memanjatkan rasa syukur atas karunia alam.

Di tengah kondisi kemarau yang membuat suhu udara terasa menyengat, hujan membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca karena hujan yang turun di sejumlah wilayah belum tentu menandakan bahwa musim hujan telah berlangsung secara merata di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

Memasuki dasarian III Oktober 2026 atau periode sepuluh hari terakhir bulan Oktober, sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba.

Berdasarkan informasi prakiraan musim hujan BMKG Jawa Timur yang disampaikan dalam keterangan tersebut, awal musim hujan di berbagai wilayah diperkirakan berlangsung secara bervariasi, mulai November 2026 hingga Januari 2027.

Pada masa peralihan ini, hujan dengan cakupan lokal hingga intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Hujan juga dapat disertai angin kencang yang berlangsung dalam waktu singkat, terutama pada sore hingga malam hari.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.

Langit yang sebelumnya cerah dan panas bisa berubah menjadi mendung, kemudian diikuti hujan dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, perubahan suhu dan kelembapan udara selama pancaroba juga menjadi alasan bagi masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim.

Warga juga diminta memperhatikan potensi hujan yang disertai angin kencang, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam hari.

Informasi perkembangan cuaca sebaiknya dipantau melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), termasuk BMKG Jawa Timur, agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Turunnya hujan pada Rabu sore menjadi kabar yang melegakan setelah Bojonegoro menghadapi cuaca panas selama musim kemarau.

Namun, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi dinamika cuaca selama pancaroba, sembari berharap hujan segera turun lebih merata untuk membantu mengurangi dampak kekeringan di berbagai wilayah. (yin)