Hukrim

‎Nekat Curi Motor Di Lamongan, Pria Surabaya Nyaris Jadi Amukan Massa

orbitnasional333
5207
×

‎Nekat Curi Motor Di Lamongan, Pria Surabaya Nyaris Jadi Amukan Massa

Sebarkan artikel ini
Img 20251004 wa0054

LAMONGAN – Aksi kriminal yang nyaris berujung petaka terjadi di jantung kota Lamongan, tepatnya di Jalan Sunan Kalijogo, Kelurahan Sukorejo.

‎Seorang pria asal Surabaya, Imam Hambali (33), harus merasakan amarah warga setelah aksinya mencoba mencuri sepeda motor seorang remaja dipergoki warga.

‎Peristiwa ini bermula saat M. Kamiludin (13), warga Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, tengah melintas menggunakan motor miliknya, Sabtu pagi (04/10/2025)

‎Di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh dua pria tak dikenal yang menunggangi motor Vario berwarna hitam.

‎Tanpa alasan jelas, pelaku menuduh Kamiludin telah memukul adiknya. Dengan dalih menyelesaikan masalah.

‎pelaku mengajak korban menemui sang “adik” dan bahkan menggonceng korban menggunakan motor milik korban sendiri.

‎Namun drama penculikan ini berubah menjadi aksi pencurian ketika, sesampainya di Jalan Sunan Kalijogo, pelaku meminta korban turun dan langsung berusaha membawa kabur motor.

‎Curiga dengan gelagat mencurigakan, korban mencoba merebut kembali kunci kendaraannya.

‎Baku tarik kunci pun tak terelakkan. Saat korban berusaha mempertahankan motornya, pelaku justru melayangkan pukulan bertubi-tubi yang menyebabkan tangan korban terluka. Tidak tinggal diam, Kamiludin berteriak meminta pertolongan.

‎Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berhamburan keluar dan berhasil mengamankan pelaku.

‎Massa yang marah nyaris menghakimi pelaku di tempat, sebelum akhirnya pihak kepolisian datang dan membawa pelaku ke Mapolres Lamongan.

‎”Benar, tersangka sudah kami amankan. Saat ini kasus sedang dalam proses pengembangan karena satu pelaku lainnya melarikan diri,” jelas Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.

‎Rekan pelaku yang kabur kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara itu, Imam Hambali harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

‎Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk selalu waspada terhadap orang asing dengan modus manipulatif.

‎Di balik niat “menolong menyelesaikan masalah”, bisa saja tersembunyi niat jahat yang membahayakan.

‎Waspada adalah benteng pertama dari kejahatan.
‎Jangan ragu untuk menolak, dan jangan pernah takut untuk berteriak. (ded)