Peristiwa

Satpolairud Polres Lamongan Sigap Evakuasi ABK Yang Meninggal Di Tengah Laut Bawean

orbitnasional333
717
×

Satpolairud Polres Lamongan Sigap Evakuasi ABK Yang Meninggal Di Tengah Laut Bawean

Sebarkan artikel ini
Img 20251030 wa0067

LAMONGAN — Ombak tenang di perairan Bawean mendadak berubah duka. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) kapal KMN NA ditemukan meninggal dunia saat kapal tengah berlayar mencari ikan di laut utara Jawa, Rabu (29/10) pagi.

‎Korban diketahui bernama SW (40), warga Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Ia menghembuskan napas terakhir di atas kapal, jauh dari daratan tempat keluarganya menanti.

‎Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula ketika KMN NA yang membawa 42 ABK berangkat dari Pelabuhan Bajomulyo, Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Jumat (8/8), untuk melaut di perairan sekitar Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

‎“Pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB korban sempat mandi dan sarapan setelah bekerja. Sekitar pukul 08.00 WIB ia beristirahat di ruang ABK, namun satu jam kemudian korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang,” terang IPDA Hamzaid.

‎Rekan-rekan korban yang panik mencoba memberikan pertolongan dengan minyak kayu putih dan kompres air hangat, namun usaha itu tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.30 WIB, SW dinyatakan tak lagi bernyawa.

‎Mengetahui situasi genting tersebut, nakhoda kapal segera mengambil keputusan cepat: menghentikan aktivitas melaut dan berlayar menuju pelabuhan terdekat untuk evakuasi. Arah kemudi pun dibalik menuju Pelabuhan ASDP Paciran, Kabupaten Lamongan.

‎“Pada Hari Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, kapal akhirnya bersandar di Pelabuhan ASDP Paciran. Tim Satpolairud Polres Lamongan yang telah bersiaga langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Dr. Suyudi Paciran untuk visum luar,” jelas Hamzaid.

‎Usai pemeriksaan medis, jenazah SW kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Tuban untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah, sementara rekan-rekannya di kapal mengenang sosok SW sebagai pekerja yang ramah dan rajin.

‎IPDA Hamzaid menyampaikan rasa duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh nelayan maupun ABK yang menggantungkan hidup di laut.

‎“Setiap pelaut adalah pahlawan bagi keluarganya. Karena itu, kami mengimbau agar para nelayan rutin memeriksakan kesehatan sebelum berlayar dan selalu waspada terhadap risiko di laut,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, Polres Lamongan melalui Satpolairud akan terus hadir memberikan pelayanan cepat dan tanggap bagi masyarakat pesisir.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutupnya.(ded)