Infotaiment

Hari Kartini 2026, Bupati Ajak Perempuan Bojonegoro Lebih Inovatif

amunisinews001
8930
×

Hari Kartini 2026, Bupati Ajak Perempuan Bojonegoro Lebih Inovatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260421 WA0033

BOJONEGORO – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Bojonegoro.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata dalam berbagai bidang.

“Semangat Kartini harus menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama perempuan, untuk terus maju, berdaya, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan,” tegasnya saat menjadi inspektur upacara, Selasa (21/4/2026).

Upacara tersebut juga dirangkai dengan peringatan hari jadi Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Dalam kesempatan itu, Ketua Harian Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bojonegoro, Nur Siti Hidayah, membacakan sejarah singkat perjuangan Kartini.

Diketahui, Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jawa yang memiliki pemikiran maju.

Ia dikenal sebagai sosok perempuan visioner yang memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di masa penjajahan.

Meski memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan formal ke luar daerah, Kartini tetap berjuang melalui pemikiran dan tindakan nyata.

Dia mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara, sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidaksetaraan akses pendidikan.

Gagasan-gagasannya kemudian dikenal luas melalui kumpulan surat yang dibukukan dalam karya legendaris Habis Gelap Terbitlah Terang, yang mengangkat isu kesetaraan, kemanusiaan, dan pentingnya pendidikan bagi perempuan.

Setelah menikah dengan KRM Adipati Ario Singgih Adhiningrat, perjuangan Kartini tetap mendapat dukungan.

Dirinya terus mengembangkan pendidikan perempuan hingga akhir hayatnya.

Kartini wafat pada usia muda, namun warisannya terus hidup dan menginspirasi bangsa.

Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong kesetaraan gender dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menciptakan perempuan yang mandiri, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, sekaligus pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa.

Dengan semangat Kartini, diharapkan perempuan Indonesia, khususnya di Bojonegoro, terus melangkah maju, berkontribusi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Yin)