Peristiwa

Heboh Mahasiswi Unhas Gowa Meninggal di Area Kampus, Voice Note Jadi Sorotan

amunisinews001
9883
×

Heboh Mahasiswi Unhas Gowa Meninggal di Area Kampus, Voice Note Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260520 WA0045

GOWA – Kasus meninggalnya seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Gowa, tengah menjadi perhatian publik setelah sebuah rekaman suara yang diduga dikirim korban sebelum kejadian viral di media sosial.

Mahasiswi berinisial PJT (19), yang diketahui merupakan mahasiswa Departemen Arsitektur angkatan 2024, ditemukan meninggal dunia di area kampus Fakultas Teknik Unhas Gowa, pada Senin (18/5/2026) petang.

Korban ditemukan di sekitar parkiran sepeda motor dekat gedung Fakultas Teknik Unhas Gowa saat waktu Maghrib.

Peristiwa tersebut sontak mengejutkan civitas akademika maupun masyarakat luas.

Tak lama setelah kabar duka itu mencuat, media sosial ramai membahas rekaman voice note yang diduga berkaitan dengan korban.

Rekaman tersebut beredar luas di berbagai platform dan memicu beragam respons dari warganet.

Dalam pesan suara yang viral, terdengar seorang perempuan berbicara dengan nada lemah dan emosional.

Ia meminta temannya untuk mencarinya di area belakang gedung kampus serta menyampaikan pesan perpisahan.

Rekaman tersebut juga berisi permintaan agar tidak ada pihak lain yang disalahkan atas situasi yang dialaminya.

Isi voice note itu kemudian menjadi perhatian publik karena diduga dikirim beberapa saat sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Pihak Universitas Hasanuddin pun angkat bicara terkait kejadian tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa aktif Fakultas Teknik.

Menurut Ishaq, pesan suara yang kini viral memang sempat diterima oleh rekan korban sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak keluarga.

“Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan suara kepada temannya, lalu diteruskan ke orang tua,” ujar Ishaq dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Meski beredar dugaan terkait penyebab meninggalnya korban, pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan fakta sebenarnya.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Andi Muhammad Alfian, mengatakan hasil pemeriksaan awal pada tubuh korban belum menunjukkan adanya luka berat maupun patah tulang yang identik dengan benturan keras.

“Dari kondisi jenazah, tidak ditemukan luka serius ataupun patah tulang,” jelasnya.

Polisi sebelumnya juga merencanakan proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Namun, tindakan tersebut batal dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan penolakan melalui surat resmi.

Saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak dan mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut. (Tim Sembilan)