Hukrim

Rahasia Brankas Mewah di Rumah Sentul Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah, Dibuka Hanya 15 Menit

8837
×

Rahasia Brankas Mewah di Rumah Sentul Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah, Dibuka Hanya 15 Menit

Sebarkan artikel ini
img 20260710 wa0012

BOGOR – Fakta baru terungkap dalam penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang dilakukan penyidik Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Selain menyita 74 kilogram emas, polisi juga menemukan brankas dengan sistem keamanan berteknologi tinggi yang lokasinya tersembunyi di balik lemari sebuah kamar di lantai dua.

Brankas tersebut tidak dibuka secara paksa oleh penyidik, melainkan melibatkan seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, bernama Roy.

Ia mengaku dihubungi langsung oleh pihak kepolisian untuk membantu membuka akses menuju ruang penyimpanan tersebut.

“Saya ditelepon Polres Bogor dan diminta datang ke lokasi untuk membantu membuka brankas,” ujar Roy kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Menurut Roy, benda yang disebut sebagai brankas itu sebenarnya bukan kotak penyimpanan seperti pada umumnya.

Yang ia buka justru sebuah pintu baja yang mengarah ke sebuah ruang kecil khusus penyimpanan barang berharga.

“Ini bukan brankas kotak. Yang saya buka adalah pintu menuju ruangan kecil di baliknya,” jelasnya.

Dia memperkirakan ukuran ruangan tersebut sekitar satu meter kali satu setengah meter. Dari luar, Roy melihat beberapa koper tersusun di dalam ruangan, namun dirinya tidak ikut masuk karena hanya bertugas membuka pintu.

Saat proses pembukaan, Roy menggunakan gerinda dan mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga pintu berhasil dibuka.

“Langsung digerinda, sekitar 15 menit selesai dibuka,” katanya.
Meski berhasil dibuka dalam waktu relatif singkat, Roy menilai sistem keamanan pintu tersebut tergolong sangat baik.

Menurutnya, pintu menggunakan kombinasi dua jenis pengaman sekaligus, yakni kunci kombinasi putar dan kunci manual.

“Keamanannya bagus, memakai dua sistem kunci. Selain kombinasi putar juga ada kunci manual. Material bajanya pun berlapis dua, jadi memang dirancang sangat kuat,” ungkap Roy.

Hal lain yang membuatnya terkejut adalah posisi pintu penyimpanan tersebut yang sengaja disamarkan agar sulit ditemukan.

“Lokasinya di kamar lantai dua. Pintu itu ditutupi lemari sehingga dari luar terlihat seperti lemari biasa,” tuturnya.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa 74 kilogram emas, uang tunai sebesar 4,7 juta dolar Amerika Serikat, 14 juta dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta.

Nilai keseluruhan aset yang disita diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.

Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mencakup pengadaan batu bara yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik, dugaan korupsi pada PT Asabri, hingga penyelesaian utang PT CBS kepada anak perusahaan Krakatau Steel.

Selain dugaan korupsi, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya tindak pidana suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hingga kini proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. (dpw)