TNI/POLRI

TMMD 129 Bojonegoro Cetak UMKM Baru, Pisang dan Waluh Jadi Andalan

amunisinews001
8729
×

TMMD 129 Bojonegoro Cetak UMKM Baru, Pisang dan Waluh Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
img 20260804 wa0020

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Melalui sasaran non fisik, TMMD juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru dengan membekali ibu-ibu PKK keterampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.

Suasana Balai Desa Kesongo pada Senin (3/8/2026) dipenuhi semangat dan antusiasme saat pelatihan UMKM resmi ditutup.

Selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Juli 2026, puluhan peserta mendapatkan pelatihan intensif mengolah pisang dan labu kuning (waluh) menjadi berbagai produk makanan yang memiliki daya saing di pasaran.

Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung.

Peserta diajarkan memilih bahan baku berkualitas, menerapkan proses produksi yang higienis, hingga menyajikan produk dengan tampilan menarik agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Narasumber dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristin Gading, membimbing peserta sejak tahap awal pembuatan hingga teknik pengemasan produk.

Menurutnya, kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah persaingan pasar.

“Kami mengajarkan cara membuat kemasan yang menarik agar produk mereka mampu bersaing. Namun yang terpenting, keterampilan ini harus terus dipraktikkan sehingga dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Harapan kami, dari pelatihan ini lahir produk unggulan khas Desa Kesongo,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Anita, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha rumahan.

Selama ini hasil panen pisang di sekitar tempat tinggalnya kerap melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui pelatihan tersebut, ia kini mengetahui berbagai olahan yang memiliki nilai jual, mulai dari banana bread, kue lapis, hingga keripik pisang.

“Saya senang sekali mengikuti pelatihan ini. Sekarang kami punya ide dan keterampilan untuk mengolah hasil kebun menjadi produk yang bisa dijual. Semoga ini bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga,” ungkap Anita.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, drainase, maupun fasilitas umum, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu mandiri secara ekonomi.

“Pemberdayaan UMKM, khususnya bagi kelompok perempuan, menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat melahirkan usaha-usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Berakhirnya pelatihan ini menjadi awal lahirnya peluang usaha baru di Desa Kesongo.

Dengan bekal keterampilan, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal berupa pisang dan waluh, para ibu rumah tangga kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk UMKM khas desa sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

Melalui TMMD ke-129, pembangunan di Desa Kesongo tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari tumbuhnya semangat masyarakat untuk berwirausaha, berinovasi, dan menciptakan masa depan ekonomi yang lebih mandiri. (Yin)

IMG 20250127 WA0084

BATALYON INFANTERI TERITORIAL PEMBANGUNAN 885/BELIBIS PUTIH

IMG 20260426 WA0000
Call center polda jatim

PERSATUAN JURNALIS INDONESIA

IMG 20240505 WA0011 1024x1024