BOJONEGORO – Pengabdian panjang selama 31 tahun di gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengantarkan Emy Edi Susanto meraih Piagam Penghargaan Adhi Bhakti Pratama dari TP PKK Pusat.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pemberdayaan keluarga serta pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan itu diterima dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) TP PKK ke-54 Provinsi Jawa Timur di Hotel Harris Malang, Senin (26/10/2026).
Pencapaian tersebut menjadi momen membanggakan bagi TP PKK Kabupaten Bojonegoro.
Selama lebih dari tiga dekade, Emy konsisten menjalankan pengabdian melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan kesehatan masyarakat hingga pemberdayaan keluarga dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Penghargaan Adhi Bhakti Pratama diberikan sebagai bentuk penghormatan atas karya bakti dan pengabdian kader atau pengurus TP PKK yang aktif secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang dipersyaratkan.
Bagi Emy, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas perjalanan panjangnya, melainkan juga dorongan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penghargaan yang diterima Emy.
Menurut Cantika, dedikasi dan perjuangan Emy selama bertahun-tahun menjadi kebanggaan bagi keluarga besar TP PKK Kabupaten Bojonegoro.
Penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa konsistensi dalam menjalankan pengabdian memiliki arti penting bagi keberlanjutan gerakan PKK.
“Saya selaku Ketua TP PKK Bojonegoro beserta seluruh pengurus mengucapkan selamat kepada Ibu Emy Edi Susanto atas penghargaan Adhi Bhakti Pratama. Terima kasih atas pengabdian dan perjuangannya untuk TP PKK Kabupaten Bojonegoro. Kami turut berbangga, semoga sukses selalu,” ungkap Cantika Wahono.
Apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para kader PKK lainnya untuk terus aktif menjalankan program pemberdayaan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Perjalanan Emy dalam gerakan PKK bermula pada 1995, saat itu, ia terlibat dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya di bidang kesehatan, ketika mengabdi sebagai bidan desa di Desa Sroyo, wilayah kerja Puskesmas Kanor.
Pengalaman terjun langsung melayani masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Dari bidang kesehatan, kiprahnya kemudian berkembang ke ranah organisasi dan pemberdayaan keluarga.
Emy selanjutnya dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai pengurus TP PKK di tingkat kecamatan sebelum melanjutkan pengabdian di tingkat kabupaten.
Pada 2010, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris II TP PKK Kabupaten Bojonegoro.
Pengabdiannya terus berlanjut hingga saat ini, ketika ia menjabat sebagai Bendahara TP PKK Kabupaten Bojonegoro untuk periode Mei 2025–2030.
“Saya sudah 31 tahun, mulai dari tahun 1995 di kegiatan 10 program pokok PKK,” jelasnya.
Perjalanan tersebut menunjukkan konsistensi Emy dalam menjalankan berbagai tanggung jawab organisasi selama lebih dari tiga dekade.
Selain aktif dalam gerakan PKK, Emy juga terlibat dalam sejumlah organisasi yang bergerak di bidang sosial, kesehatan, olahraga dan pendidikan anak usia dini.
Perempuan yang berprofesi sebagai bidan di RS Aisyiyah Bojonegoro tersebut dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro sejak November 2025.
Pada 15 Oktober 2026, ia juga baru dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Akuatik Indonesia Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2030.
Di bidang olahraga, Emy turut aktif dalam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI).
Sementara dalam bidang kesehatan, ia terlibat di Ikatan Kesehatan Karyawan Muhammadiyah (IKKM) serta Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Bojonegoro.
Dirinya juga aktif dalam PPLIPI dan menjabat sebagai Wakil Ketua V Pengurus Cabang Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Bojonegoro.
Beragam amanah tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengabdian Emy, mulai dari kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan keluarga, hingga pengembangan olahraga dan pendidikan anak usia dini.
Pengalaman lintas organisasi itu juga menjadi bagian dari upayanya untuk terus berkontribusi sesuai bidang dan tanggung jawab yang diemban.
Emy mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan Adhi Bhakti Pratama yang diterimanya dari TP PKK Pusat.
Baginya, penghargaan tersebut bukan semata-mata kebanggaan pribadi, tetapi juga amanah untuk menjaga semangat pengabdian dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas anugerah dan kehormatan yang luar biasa, yaitu penghargaan Adhi Bhakti Pratama PKK dari TP PKK Pusat, yang telah diberikan oleh Ibu Gubernur. Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan menjadi motivasi dan amanah bagi saya untuk terus mengabdi, berkarya, dan berkontribusi dalam gerakan PKK, khususnya di Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Emy berharap gerakan PKK ke depan semakin maju, solid dan berdaya dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas.
Dia juga berharap para kader tetap memiliki semangat untuk menjalankan pengabdian meskipun menghadapi berbagai tantangan seiring perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh ketulusan, konsistensi dan kerja sama para kader dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi saya, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk mengabdi lebih tulus, berkarya lebih luas, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, TP PKK Bojonegoro. Terus bergerak, terus berkarya, dan terus membanggakan. Hidup jaya PKK,” pungkasnya.
Penghargaan Adhi Bhakti Pratama yang diterima Emy Edi Susanto menjadi penanda perjalanan pengabdian selama 31 tahun.
Pencapaian penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi kader PKK di Bojonegoro untuk terus berkarya, memperkuat pemberdayaan keluarga dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (yin)






