BOJONEGORO – Warga Kabupaten Bojonegoro diprediksi menikmati cuaca cerah pada Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang dihimpun Pusdalops BPBD Bojonegoro mulai pukul 07.00 WIB, kondisi cerah diperkirakan mendominasi hingga malam dan dini hari.
Pada pagi hari, suhu udara berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kelembapan 69 persen. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 1,2 kilometer per jam.
Memasuki siang, suhu diperkirakan meningkat hingga 32 derajat Celsius.
Cuaca masih cerah dengan kelembapan turun menjadi 37 persen. Angin berembus dari arah timur laut dengan kecepatan 10,6 kilometer per jam.
Kondisi cerah diperkirakan berlanjut pada malam hari. Suhu berada di sekitar 26 derajat Celsius, sedangkan kelembapan meningkat menjadi 81 persen.
Angin dari timur laut tercatat memiliki kecepatan sekitar 7,9 kilometer per jam.
Sementara pada dini hari, cuaca masih diprediksi cerah dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.
Kelembapan berada di angka 77 persen dengan angin dari arah timur berkecepatan 11,4 kilometer per jam.
Pantauan visual di sejumlah wilayah Bojonegoro juga menunjukkan kondisi langit cerah.
Situasi serupa terpantau di wilayah Bojonegoro Kota, Bojonegoro Selatan, Bojonegoro Timur, hingga Bojonegoro Barat.
Meski secara umum cuaca cerah, BPBD Bojonegoro tetap mencatat adanya kejadian yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya kebakaran lahan di Kelurahan Jetak.
Selain itu, terdapat laporan pohon roboh di ruas Jalan Raya Dander-Ngasem.
Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi sekitar.
Debit Bengawan Solo Normal
Di sisi lain, hasil pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih aman.
Data dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo mencatat TMA berada di angka 6,00 meter.
Status debit sungai dinyatakan normal, dengan tren stabil,
kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Bojonegoro.
BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui Pusdalops terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, kejadian di lapangan, serta perkembangan debit Sungai Bengawan Solo sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Masyarakat dihimbau tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan kondisi kebencanaan dari BPBD maupun BMKG, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah. (yin)










