PULANG PISAU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Kobaran api terlihat membesar pada Minggu (30/8/2026) malam dan memunculkan kepulan asap tebal di sekitar lokasi.
Situasi tersebut direkam warga dan kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam sejumlah video, kawasan sekitar jembatan terlihat dipenuhi kobaran api hingga membuat suasana malam tampak mencekam.
Salah satu unggahan dibagikan akun Threads @naomy_ummuhanan. Pengunggah menyebut kebakaran mulai terlihat sekitar waktu Magrib.
Video yang beredar memperlihatkan api membakar lahan di sekitar kawasan jembatan Tumbang Nusa.
Kobaran api yang cukup besar membuat langit di sekitar lokasi terlihat berwarna kemerahan.
“Jembatan Nusa menyala abangku. Tambah pula kabutnya ini,” ujar perekam video.
Dalam unggahan lainnya, warga meminta bantuan untuk penanganan kebakaran yang semakin meluas.
Kondisi tersebut juga membuat perhatian tertuju kepada petugas gabungan dan relawan yang berada di lapangan untuk melakukan pemadaman.
Pengunggah video turut menyampaikan doa agar seluruh petugas yang berjibaku memadamkan api diberikan kesehatan dan kekuatan.
“Mereka pejuang yang sesungguhnya. Berhadapan dengan api langsung mana sambil menghirup asap,” tulisnya.
Kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan terlihat dalam video lain yang diunggah akun @ahmadramadana11.
Dalam rekaman tersebut, kobaran api terlihat berada di sekitar kawasan jembatan.
Bahkan, api disebut telah menjalar hingga ke kabel listrik yang berada di atas area terbakar.
“Bak lautan api di malam hari, ini kondisi jembatan Tumbang Nusa di Pulau Pisau, Kalteng,” tulis pengunggah.
Video-video tersebut kemudian memicu perhatian warganet terhadap kondisi karhutla yang terjadi di kawasan tersebut.
Di tengah upaya pemadaman, petugas juga menghadapi tantangan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan akses menuju sumber air.
Dalam unggahan akun @hairiadwan, terlihat petugas mencari posisi yang dianggap paling tepat untuk melakukan pemadaman.
“Mencari posisi yang pas untuk memadamkan api,” tulis akun tersebut, dikutip Senin (31/8/2026).
Petugas juga mengungkapkan harapan agar hujan segera turun.
Sebab, untuk mendapatkan air pemadaman, tim harus menuju lokasi yang cukup jauh.
“Ya Allah, kami berharap segera hujan. Ngambil air pun jauh ke danau dulu,” tulisnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib menjelaskan, kebakaran di Tumbang Nusa bukan muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya, kejadian pada Minggu malam merupakan perkembangan dari titik api yang sebelumnya telah terpantau.
“Tumbang Nusa jadi salah satu perhatian kami, kejadian tadi malam merupakan proses lanjutan dari api yang sudah menyala,” ujar Ahmad Toyib kepada awak media di Palangka Raya, Senin (31/8/2026).
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, selain keterbatasan personel, kondisi medan dan posisi titik api juga menjadi tantangan bagi petugas.
Petugas harus mempertimbangkan keselamatan ketika menentukan akses menuju titik api.
Karena itu, penanganan lebih banyak dilakukan dengan memaksimalkan pembasahan area di sekitar Tumbang Nusa.
Sejumlah mobil pemadam juga disiagakan untuk membantu mengantisipasi pergerakan api agar tidak mendekati kawasan jembatan.
Berdasarkan catatan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng, hingga 30 Agustus 2026 tercatat 2.222 kejadian karhutla, total area yang terbakar mencapai 6.358,71 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi lokasi kebakaran Tumbang Nusa tercatat mengalami 54 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 378,88 hektare.
Upaya penanganan dan pemadaman pun terus dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat di sekitar kawasan. (Tim Pitu)






