Infotaiment

Bojonegoro Gelorakan Gotong Royong, Penanaman Pohon hingga Tebar Benih Ikan

amunisinews001
8830
×

Bojonegoro Gelorakan Gotong Royong, Penanaman Pohon hingga Tebar Benih Ikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260508 WA0027

BOJONEGORO – Semangat gotong royong kembali digaungkan di Kabupaten Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 serta Aktualisasi BBGRM Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG), Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (7/5/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Acara ini dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Kabid Kemasyarakatan Desa Dinas PMD Jatim.

Kedatangan para tamu disambut hangat dengan penampilan barisan Linmas, seni hadrah, serta tarian tradisional yang menambah semarak suasana.

Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan, rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman berbagai jenis tanaman seperti cabai keriting, cabai rawit, sawi, brokoli, terong, hingga pohon kelengkeng.

Selain itu, dilakukan pula tebar benih ikan di area sekitar lokasi kegiatan.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk meluncurkan pengembangan Program Gayatri sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Tak hanya itu, kegiatan BBGRM tahun ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim serta penyerahan bantuan alat kesehatan, paket sembako, hingga sarana produksi pertanian dan perikanan bagi masyarakat.

Mengusung tema “Perkuat Semangat Gotong Royong Kita Kembangkan Kemandirian Desa Menuju Pembangunan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara”, kegiatan ini menjadi upaya nyata menjaga budaya gotong royong agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa gotong royong merupakan pondasi penting dalam membangun desa yang mandiri dan masyarakat yang kuat.

“Budaya gotong royong adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga. Kita sedang menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, dan itu hanya bisa dicapai dengan fondasi sosial yang kuat,” tegas Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran camat dan kepala desa sebagai ujung tombak dalam menjaga solidaritas dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan kentongan atau oklik secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan kesiapsiagaan masyarakat Bojonegoro dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bojonegoro berharap semangat gotong royong tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi benar-benar tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat demi terciptanya desa yang mandiri, harmonis, dan sejahtera. (Pro/yin)