Hukrim

Cemburu Membabi Buta, Pemuda Lamongan Ancam Bunuh Tetangga Dan Rusak Motor Dengan Parang

orbitnasional333
974
×

Cemburu Membabi Buta, Pemuda Lamongan Ancam Bunuh Tetangga Dan Rusak Motor Dengan Parang

Sebarkan artikel ini
Img 20250805 wa0072

LAMONGAN – Rasa cemburu yang tak terkendali membawa seorang pemuda di Lamongan ke balik jeruji besi. AS (24), warga Desa Madulegi, Kecamatan Sukodadi,

dilaporkan melakukan aksi brutal terhadap tetangganya sendiri karena diduga terbakar api cemburu terhadap seorang penjaga warung.

Aksi nekat ini bermula pada Minggu (3/8/2025), ketika AS mendatangi rumah keluarga korban, M Abdul Aziz (25),

dalam kondisi marah dan membawa senjata tajam. Dengan wajah tegang dan tangan menggenggam parang,

ia menggedor pintu dan berteriak mengancam akan menghabisi nyawa Aziz.

“Aziz di mana? Bawa ke sini, mau tak bunuh!” demikian ujar AS, seperti disampaikan oleh saksi yang juga kakak korban, Suseno (34).

Namun saat itu Aziz tidak berada di rumah. Beberapa saat kemudian, keluarga korban justru mendapat kabar mengejutkan.

Aziz telah dianiaya di Pasar Burung Lamongan dan kini dirawat di Puskesmas Sukodadi.

Parahnya, sepeda motor korban juga mengalami kerusakan parah ban dan joknya robek, diduga akibat sabetan parang pelaku.

Kejadian tersebut sontak membuat keluarga korban ketakutan. Tak ingin menunggu bencana lebih besar, mereka melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib.

Polisi bergerak cepat. Unit Reskrim Polsek Sukodadi bersama Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan berhasil mengamankan AS di hari yang sama.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut bahwa amarahnya dipicu rasa cemburu kepada penjaga warung yang dikenal oleh korban.

“Motif pelaku murni karena cemburu terhadap wanita yang bekerja di warung. Ia merasa korban dekat dengan perempuan tersebut,” ungkap Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, Selasa (5/8/2025).

Sebilah parang kecil yang digunakan dalam aksi pengancaman dan pengrusakan kini telah diamankan sebagai barang bukti.

Sementara proses hukum terhadap AS dilanjutkan oleh penyidik Satreskrim Polres Lamongan.

Cemburu adalah emosi manusiawi. Namun ketika dikendalikan oleh emosi gelap tanpa nalar, ia bisa berubah menjadi bumerang yang menghancurkan diri sendiri dan melukai orang lain. Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran bahwa cinta tanpa kendali tak lebih dari petaka.(Ded)