Infotaiment

Dari Bambu Jadi Cuan, Kerajinan Mini Gapluk Bojonegoro Mulai Dilirik Pasar

amunisinews001
5
×

Dari Bambu Jadi Cuan, Kerajinan Mini Gapluk Bojonegoro Mulai Dilirik Pasar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0033

BOJONEGORO — Kreativitas para perajin di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, terus berkembang.

Tak hanya menghasilkan berbagai kerajinan anyaman, para ibu di desa tersebut kini menghadirkan inovasi baru berupa keranjang mini berbahan bambu yang dimanfaatkan sebagai wadah telur program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

Keranjang berukuran mungil itu dirancang dengan mengutamakan fungsi sekaligus tampilan yang menarik.

Terinspirasi dari tren produk estetik yang banyak dijumpai di platform e-commerce, keranjang tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk UMKM bernilai jual.

Dalam satu keranjang, dapat ditempatkan sekitar 10 hingga 13 butir telur, tergantung ukuran telur yang digunakan.

Ketua TP PKK Kecamatan Purwosari, Sri Wilujeng, mengatakan kemampuan para perajin Desa Gapluk dalam menciptakan produk sekaligus membaca peluang pasar patut diapresiasi.

Menurutnya, kreativitas menjadi modal penting untuk mengembangkan kerajinan lokal agar tidak hanya bertahan sebagai produk tradisional, tetapi juga mampu mengikuti selera konsumen.

“Inovasi produk seperti keranjang mini ini sangat potensial. Terinspirasi dari e-commerce,” ujarnya.

Meski peluang pasarnya cukup terbuka, para perajin masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya keterbatasan tenaga produksi ketika permintaan meningkat.

Selain itu, ketersediaan bahan baku juga masih menjadi kendala dalam menjaga kelancaran produksi.

Selain keranjang mini untuk telur, perajin Gapluk juga menghasilkan beragam produk anyaman bambu lainnya.

Di antaranya besek, keranjang nyadran, rinjing, serta berbagai bentuk kerajinan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Proses pembuatannya relatif cepat, untuk jenis kerajinan tertentu, satu produk bahkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu hari, tergantung bentuk dan tingkat kesulitannya.

Produk-produk tersebut juga banyak dibuat berdasarkan pesanan, seperti untuk keperluan hajatan, bingkisan parcel, hingga souvenir berbagai kegiatan.

Harganya cukup beragam dengan banderol mulai sekitar Rp15 ribu.

Potensi kerajinan Desa Gapluk turut mendapat perhatian dari jajaran TP PKK Kabupaten Bojonegoro.

Pada Agustus 2026, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, berkesempatan mengunjungi Desa Gapluk dan berbincang langsung dengan salah satu perajin setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Cantika memberikan apresiasi terhadap kreativitas warga sekaligus mendorong agar kapasitas produksi dan kualitas kerajinan terus ditingkatkan.

Pengembangan tersebut dinilai perlu didukung melalui pembinaan keterampilan, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan akses pemasaran.

Dengan langkah tersebut, produk kerajinan lokal diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kreativitas ibu-ibu Desa Gapluk menjadi bukti bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari keterampilan sederhana.

Dari sebatang bambu, lahir produk yang fungsional, estetik, sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat. (yin)