BOJONEGORO – Komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.
Kali ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Penjamah Pangan di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini diikuti para pedagang makanan, pelaku UMKM, hingga penjamah pangan yang sehari-hari memproduksi maupun menjual makanan kepada masyarakat.
Tujuannya agar seluruh pelaku usaha pangan memahami pentingnya mengolah makanan yang aman, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya.
Hariono ST dari Seksi Kesehatan Lingkungan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.
Menurutnya, para penjamah pangan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses produksi sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar sehat dan bermanfaat bagi konsumen.
Ia mengingatkan masih adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan, seperti boraks maupun bahan kimia berbahaya lainnya.
Dampaknya memang tidak langsung dirasakan, namun dapat menumpuk dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
“Yang kami harapkan, seluruh pelaku usaha makanan mampu menghasilkan produk yang aman, sehat, dan tidak menggunakan bahan berbahaya,” ujarnya.
Hariono juga mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan bahan tambahan pangan secara berlebihan, memperhatikan masa simpan produk, serta menjaga kebersihan selama proses produksi.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, yang mewakili Kepala Desa Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Kesongo sebagai lokasi kegiatan edukasi tersebut.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam usaha masing-masing sehingga mampu meningkatkan kualitas produk pangan yang dihasilkan masyarakat desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kesongo. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi seluruh peserta,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Eni Purwaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan sosialisasi, bukan pelatihan bersertifikat.
Meski demikian, materi yang diberikan tetap difokuskan pada penerapan sanitasi pangan yang benar, mulai dari kebersihan pribadi, kebersihan peralatan, hingga lingkungan tempat produksi makanan.
Dia menegaskan bahwa pangan yang aman harus terbebas dari tiga jenis cemaran, yakni cemaran fisik seperti rambut dan kerikil, cemaran biologis berupa bakteri maupun mikroorganisme, serta cemaran kimia yang berasal dari bahan berbahaya.
Selain itu, peserta juga diingatkan agar tidak menggunakan boraks, formalin, maupun pewarna tekstil dalam makanan serta selalu memperhatikan masa kedaluwarsa bahan baku.
Eni juga menekankan pentingnya etika penjamah pangan.
Saat mengolah makanan, pelaku usaha tidak diperbolehkan merokok, kuku harus selalu bersih, tangan wajib dicuci sebelum bekerja, dan tempat produksi harus dijaga tetap higienis.
Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk UMKM Bojonegoro agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar ekspor.
Sementara itu, Komandan SST-1 Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menyampaikan bahwa kegiatan non fisik seperti sosialisasi kesehatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“Selain membangun infrastruktur desa, TMMD juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi di berbagai bidang, termasuk kesehatan masyarakat dan keamanan pangan,” ucapnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelaku usaha makanan di Desa Kesongo semakin sadar akan pentingnya menghasilkan produk yang sehat, higienis, dan aman dikonsumsi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal. (yin)










