LAMONGAN – Aksi kriminal yang nyaris berujung petaka terjadi di jantung kota Lamongan, tepatnya di Jalan Sunan Kalijogo, Kelurahan Sukorejo.
Seorang pria asal Surabaya, Imam Hambali (33), harus merasakan amarah warga setelah aksinya mencoba mencuri sepeda motor seorang remaja dipergoki warga.
Peristiwa ini bermula saat M. Kamiludin (13), warga Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, tengah melintas menggunakan motor miliknya, Sabtu pagi (04/10/2025)
Di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh dua pria tak dikenal yang menunggangi motor Vario berwarna hitam.
Tanpa alasan jelas, pelaku menuduh Kamiludin telah memukul adiknya. Dengan dalih menyelesaikan masalah.
pelaku mengajak korban menemui sang “adik” dan bahkan menggonceng korban menggunakan motor milik korban sendiri.
Namun drama penculikan ini berubah menjadi aksi pencurian ketika, sesampainya di Jalan Sunan Kalijogo, pelaku meminta korban turun dan langsung berusaha membawa kabur motor.
Curiga dengan gelagat mencurigakan, korban mencoba merebut kembali kunci kendaraannya.
Baku tarik kunci pun tak terelakkan. Saat korban berusaha mempertahankan motornya, pelaku justru melayangkan pukulan bertubi-tubi yang menyebabkan tangan korban terluka. Tidak tinggal diam, Kamiludin berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berhamburan keluar dan berhasil mengamankan pelaku.
Massa yang marah nyaris menghakimi pelaku di tempat, sebelum akhirnya pihak kepolisian datang dan membawa pelaku ke Mapolres Lamongan.
”Benar, tersangka sudah kami amankan. Saat ini kasus sedang dalam proses pengembangan karena satu pelaku lainnya melarikan diri,” jelas Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Rekan pelaku yang kabur kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara itu, Imam Hambali harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk selalu waspada terhadap orang asing dengan modus manipulatif.
Di balik niat “menolong menyelesaikan masalah”, bisa saja tersembunyi niat jahat yang membahayakan.
Waspada adalah benteng pertama dari kejahatan.
Jangan ragu untuk menolak, dan jangan pernah takut untuk berteriak. (ded)
Nekat Curi Motor Di Lamongan, Pria Surabaya Nyaris Jadi Amukan Massa






