Daerah

Wajah Kota Bojonegoro Bakal Makin Hijau, 2 Taman Baru Disiapkan

amunisinews001
2
×

Wajah Kota Bojonegoro Bakal Makin Hijau, 2 Taman Baru Disiapkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260901 WA0023

BOJONEGORO – Wajah kawasan perkotaan Bojonegoro bakal semakin hijau.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tengah menyiapkan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tidak hanya berfungsi mempercantik kota, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Terbaru, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran Pemkab Bojonegoro mengkaji paparan draft desain dua RTH baru, Senin (31/8/2026).

Dua ruang terbuka hijau tersebut direncanakan berada di kawasan perkotaan dengan konsep yang menggabungkan fungsi penghijauan, rekreasi dan ruang aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, dua RTH yang saat ini masuk tahap kajian tersebut yakni Taman Halte di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Karangpacar, serta Taman Migas yang direncanakan berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Madean, Kelurahan Jetak.

“Taman Migas memiliki luas 1.031 meter persegi dan mengusung konsep RTH penunjang menuju arah bundaran air mancur Jetak,” jelas Luluk, Selasa (1/9/2026).

Taman Migas dirancang sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Sejumlah fasilitas disiapkan dalam rancangan tersebut.
Di antaranya area komunal, sarana olahraga luar ruangan, area duduk, toilet umum, serta area parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara itu, Taman Halte yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Karangpacar, dirancang dengan luas sekitar 851 meter persegi.

Berbeda dengan Taman Migas, RTH tersebut secara khusus akan dilengkapi playground yang ramah anak.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberikan ruang bermain yang aman sekaligus nyaman bagi anak-anak di kawasan perkotaan.

Rencana pembangunan kedua RTH tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bojonegoro memperluas ruang hijau aktif di kawasan kota.

Keberadaan RTH diharapkan tidak hanya memberikan perubahan visual terhadap wajah kota, tetapi juga membantu menciptakan keseimbangan lingkungan perkotaan.

Dalam jangka panjang, ruang hijau yang terawat dapat menjadi tempat masyarakat beraktivitas, berinteraksi dan berekreasi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Pemkab Bojonegoro juga menargetkan keberadaan ruang publik tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih nyaman, aman dan sehat bagi masyarakat.

Pengembangan ruang hijau tidak hanya dilakukan di pusat perkotaan.

Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga telah membangun lima taman di kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga.

Kelima taman tersebut berada di sejumlah titik strategis pintu masuk wilayah Bojonegoro.

Lokasinya meliputi Taman Perbatasan Gondang-Nganjuk, Taman Perbatasan Margomulyo-Ngawi, Taman Perbatasan Kedungadem-Lamongan, Taman Perbatasan Padangan-Cepu, serta Taman Perbatasan Baureno-Babat.

Dengan tambahan dua RTH baru di kawasan perkotaan, pengembangan ruang hijau di Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat konsep kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga menyediakan ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat.

Rencana tersebut kini masih dalam tahap kajian desain. Masyarakat pun menantikan realisasi dua taman baru tersebut sebagai ruang rekreasi publik yang hijau, aman, nyaman dan inklusif. (Yin)