BOJONEGORO – Suasana GOR Utama Bojonegoro berlangsung meriah saat ratusan peserta mengikuti Fun Aerobic Competition, Sabtu (17/10/2026).
Dengan gerakan energik, koreografi atraktif, dan ekspresi penuh semangat, para peserta unjuk kemampuan dalam kompetisi senam aerobik yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarpelaku olahraga masyarakat.
Di tengah iringan musik, para peserta tampil percaya diri mengikuti setiap gerakan.
Sementara itu, dewan juri mengamati penampilan mereka secara saksama untuk memastikan penilaian berlangsung secara profesional.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan kompetisi senam aerobik ini merupakan kali pertama diselenggarakan oleh Dinpora.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin diminati masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat.
Olahraga diharapkan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari demi menjaga kebugaran dan mendukung peningkatan angka harapan hidup.
“Pembangunan kualitas hidup masyarakat tidak hanya ditopang oleh aspek kesehatan, tetapi juga perlu didukung kebiasaan berolahraga. Semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, semakin baik pula upaya membangun budaya hidup sehat,” tandasnya.
Selain mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan indeks pembangunan olahraga di Kabupaten Bojonegoro.
Untuk menjaga kualitas penilaian, Dinpora turut menghadirkan dewan juri dari Malang dan Surabaya.
Kompetisi ini juga melibatkan instruktur senam dari Probolinggo, Mojokerto, serta Bojonegoro.
Antusiasme peserta terlihat tidak hanya dari semangat mereka saat berlomba, tetapi juga dari keinginan untuk membangun jejaring dengan sesama pegiat senam.
Salah satu peserta, Theresia, menilai Fun Aerobic Competition menjadi kesempatan berharga bagi para instruktur untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat hubungan antarkomunitas senam.
Ia mengaku telah menekuni kegiatan senam sejak 2010 dan menjalani aktivitas mengajar senam secara penuh selama lima tahun terakhir.
Menurut Theresia, kompetisi seperti ini seharusnya tidak berhenti pada persaingan memperebutkan hasil terbaik.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan saling mendukung dalam mengembangkan olahraga masyarakat.
Dia berharap ke depan dapat digelar kegiatan lanjutan, seperti gathering, latihan bersama, hingga pelatihan sertifikasi instruktur senam.
Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi instruktur, termasuk mereka yang telah lama mengajar tetapi belum memiliki sertifikasi.
Dalam kompetisi kali ini, Theresia mengikuti lima kategori, yakni kategori usia 40 tahun ke atas, instruktur, dangdut aksesoris, dance fitness dan beregu.
Fun Aerobic Competition HJB ke-349 menghadirkan beragam kategori yang memberi kesempatan bagi peserta dengan tingkat kemampuan dan karakter penampilan berbeda.
Pada kategori perseorangan, perlombaan meliputi pemula member murni umum, pemula usia 40 tahun ke bawah, pemula usia 40 tahun ke atas, mix impact instruktur se-Kabupaten Bojonegoro, dangdut aksesoris umum, serta dance fitness.
Selain kategori perseorangan, panitia juga mempertandingkan kategori AC atau beregu yang diikuti tiga orang peserta.
Keberagaman kategori tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena peserta dapat menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kekompakan sesuai bidang yang diikuti.
Melalui kolaborasi Dinpora dan KORMI, Fun Aerobic Competition diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga, mempererat hubungan antar komunitas, sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup sehat.
Momentum HJB ke-349 pun menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bojonegoro untuk terus mendorong olahraga masyarakat agar semakin berkembang, inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi kualitas hidup warganya. (yin)






