Infotaiment

‎Duka Di Tanah Surakarta,Pakubuwono XIII Tutup Usia, Jenazah Akan Dikirab Menuju Imogiri

orbitnasional333
6961
×

‎Duka Di Tanah Surakarta,Pakubuwono XIII Tutup Usia, Jenazah Akan Dikirab Menuju Imogiri

Sebarkan artikel ini
Img 20251102 wa0037

SURAKARTA — Duka mendalam menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sang raja, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi, berpulang ke hadirat Ilahi, Minggu pagi (2/11/2025) yang teduh ini.

‎Kabar kepergian beliau menjadi penanda berakhirnya satu babak sejarah panjang kepemimpinan di tanah Mataram, sekaligus membuka lembar kenangan bagi rakyat dan kerabat yang mencintainya.

‎Suasana haru menyelimuti lingkungan Keraton Solo,Di balik tembok tua dan pepohonan yang menaungi halaman Alun-Alun Kidul.

‎Para abdi dalem, kerabat, dan masyarakat datang silih berganti untuk memberi penghormatan terakhir kepada Sinuhun yang selama hidupnya dikenal arif, teduh, dan menjunjung tinggi keluhuran adat Jawa.

‎Menurut keterangan GKR Koes Moertiyah (Gusti Moeng), adik kandung mendiang raja, prosesi kirab jenazah akan dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025, dengan menggunakan kereta jenazah agung “Rata Pralaya”, yang selama ini menjadi saksi perjalanan para raja Mataram menuju peristirahatan terakhir.

‎“Rutenya akan mengikuti tradisi seperti prosesi almarhum PB XII dahulu,” tutur Gusti Moeng penuh haru.

‎Kereta akan bergerak perlahan dari Bangsal Magangan Keraton Surakarta, melintasi Alun-Alun Selatan, kemudian keluar melalui Plengkung Gading menuju Jalan Veteran.

‎Dari sana rombongan kirab akan berbelok di Perempatan Tipes, lalu menyusuri Jalan Slamet Riyadi hingga tiba di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, untuk transit sejenak.

‎Di Loji Gandrung, peti jenazah akan dipindahkan ke mobil ambulans kerajaan, yang kemudian membawa Sinuhun ke Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tempat peristirahatan para raja dan bangsawan Mataram.

‎Sepanjang masa kepemimpinannya, Pakubuwono XIII Hangabehi dikenal sebagai sosok penjaga nilai-nilai budaya Jawa. Beliau tak hanya memelihara tradisi keraton.

‎tetapi juga berusaha mendekatkan adat dan kebudayaan kepada masyarakat luas, menjadikan Keraton Surakarta tetap hidup di tengah arus zaman modern.

‎Kini, lonceng duka berdentang dari Surakarta hingga Imogiri. Di antara gamelan yang lirih dan doa yang mengalun.

‎rakyat Solo melepas junjungannya dengan penuh hormat, mengantarkan Sang Raja menuju keabadian.

‎“Sang Sinuhun telah kembali ke pangkuan leluhur. Semoga damai dan terang menyertai perjalanan beliau di alam baka,” ujar salah satu abdi dalem dengan mata berkaca-kaca.

‎Kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII meninggalkan duka yang dalam, namun juga warisan yang abadi: keteguhan menjaga martabat budaya, keteduhan dalam memimpin, dan ketulusan hati yang akan selalu dikenang. (ded)