Ragam

JLU Lamongan Kian Semrawut, Adanya Parkir Liar, Sopir Tertekan, Aparat Dinilai Hanya Duduk Manis

orbitnasional333
585
×

JLU Lamongan Kian Semrawut, Adanya Parkir Liar, Sopir Tertekan, Aparat Dinilai Hanya Duduk Manis

Sebarkan artikel ini
Img 20251128 wa0032

LAMONGAN – Jalan Lingkar Utara (JLU) kembali menjadi sorotan publik setelah berbagai keluhan masyarakat terutama para sopir luar kota mencuat mengenai maraknya parkir liar, pungutan tidak jelas, serta lemahnya pengawasan dari instansi terkait, Jum’at (28/11/2025)

Situasi ini membuat JLU yang seharusnya menjadi jalur nyaman bagi kendaraan lintas daerah, kini berubah menjadi kawasan yang dianggap semakin tidak aman dan tidak tertib.

‎Sejumlah sopir mengaku merasa tertekan, karena setiap kali mereka berhenti untuk beristirahat akibat perjalanan panjang,selalu ada pihak-pihak tertentu yang “menarik biaya parkir” tanpa dasar yang jelas.

‎Banyak yang menilai kondisi tersebut bukan hanya meresahkan,tetapi juga sudah mengarah pada dugaan praktik premanisme yang merajalela di ruang publik.

‎Warga bahkan mempertanyakan bagaimana mungkin jalan umum yang menjadi fasilitas publik berubah menjadi seperti area pungutan bayangan.

Mereka menilai hal ini bukan hanya mencoreng kenyamanan berkendara, tetapi sekaligus menunjukkan betapa lemahnya tindakan nyata di lapangan dari instansi resmi.

‎Keluhan juga muncul terhadap Dishub dan aparat Lantas, yang menurut warga tampak tidak melakukan tindakan tegas.

‎Banyak suara yang menyebut bahwa petugas “lebih banyak berada di kantor” daripada melakukan patroli rutin di lapangan.

Warga mendesak agar Dishub dan Lantas turun langsung setiap pagi, sore, dan malam.

mengingat aktivitas pungutan liar dan parkir semrawut terjadi hampir sepanjang waktu.

‎Bahkan muncul pertanyaan dari masyarakat terkait keamanan kendaraan. Jika terjadi kehilangan accu atau komponen kendaraan siapa sebagai cerminan buruknya kinerja instansi yang seharusnya menjaga ketertiban.

‎Banyak yang menilai JLU telah berubah dari jalur strategis menjadi area yang penuh kekacauan.

‎Warga meminta agar pihak berwenang tidak menutup mata, tidak menunda tindakan, dan tidak hanya mengandalkan meja kantor sebagai pusat aktivitas.

‎Mereka menuntut langkah nyata, bukan sekadar wacana, demi mengembalikan JLU menjadi jalan umum yang aman, nyaman, dan bebas dari pungutan liar disepanjang jalan.(ded)