Investigasi

Uang Sudah Disetor, Sapi Tak Ada: Warga Bojonegoro Siap Tempuh Jalur Hukum

amunisinews001
8902
×

Uang Sudah Disetor, Sapi Tak Ada: Warga Bojonegoro Siap Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
IMG 20260401 WA0012

BOJONEGORO — Dugaan praktik penipuan berkedok program bantuan pemerintah mencuat di wilayah Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Seorang oknum perangkat desa berinisial M, yang menjabat sebagai Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra), diduga meminta sejumlah uang kepada warga dengan janji akan mendapatkan bantuan sapi dari program Genta Pangan Mandiri (GPM).

Informasi yang dihimpun pada Selasa (31/03/2026), menyebutkan puluhan warga Dusun Sukorejo, RT 06 RW 02, Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, telah menyerahkan uang sebesar Rp375.000 per orang.

Dana tersebut disebut sebagai biaya administrasi untuk pengurusan bantuan.

Namun, hingga kini bantuan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Kondisi ini memicu kekecewaan dan keresahan di tengah masyarakat yang merasa dirugikan.

Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku awalnya percaya karena program tersebut diklaim sebagai bagian dari program pemerintah.

“Kami pikir ini resmi, karena katanya program bantuan. Tapi sampai sekarang sapinya tidak pernah ada,” ujarnya.

Program Genta Pangan sendiri dikenal sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di tingkat desa.

Bantuan sapi biasanya diberikan kepada kelompok tani atau masyarakat yang memenuhi kriteria, tanpa pungutan biaya apa pun.

Artinya, permintaan dana dengan alasan administrasi seperti yang terjadi dalam kasus ini patut dipertanyakan.

Sebab, seluruh pembiayaan program umumnya telah ditanggung melalui anggaran negara, baik dari APBN maupun APBD.

Merasa dirugikan, warga kini berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Langkah ini diambil sebagai upaya mendapatkan kejelasan sekaligus pengembalian dana yang telah disetorkan.

Sementara itu, Kepala Dusun Sukorejo, Rustamaji, saat dikonfirmasi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warganya.

Ia mengungkapkan bahwa janji bantuan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan.

“Kasihan warga, sudah hampir dua tahun menunggu tapi belum ada realisasi,” ujarnya.

Penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang memanfaatkan program pemerintah demi keuntungan pribadi.

Warga dihimbau untuk tidak mudah percaya jika ada permintaan uang terkait bantuan sosial atau program pemerintah.

Selain itu, transparansi serta pengawasan dari pihak terkait dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Program pemerintah sejatinya hadir untuk membantu masyarakat, bukan justru menjadi celah penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (yin)