LAMONGAN – Pesisir Pantai Pengkolan, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, tampak berbeda pada Senin pagi (25/5/2026).
Ratusan orang dari berbagai kalangan turun langsung ke bibir pantai untuk menanam 1.000 bibit mangrove dalam kegiatan karya bakti yang digelar Kodim 0812/Lamongan.
Di tengah embusan angin laut Pantura, semangat gotong royong terlihat menyatu tanpa sekat.
Prajurit TNI, pelajar, organisasi masyarakat, aparat pemerintah hingga warga pesisir bersama-sama bergerak menyusuri garis pantai demi menyelamatkan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Kegiatan dipimpin langsung Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, S.I.P.
Menurutnya, penanaman mangrove bukan sekadar agenda penghijauan, tetapi langkah nyata menjaga keberlangsungan hidup masyarakat pesisir di masa depan.
“Menanam mangrove berarti menjaga kehidupan masyarakat pesisir. Pohon ini akan menjadi benteng alami yang melindungi daratan dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan,” ujar Dandim.
Sekitar 200 peserta terlibat dalam aksi lingkungan tersebut. Selain personel Kodim 0812/Lamongan, kegiatan juga diikuti FKPPI, Satpol PP, pelajar SD dan SMA, LSM Cakrawala Keadilan, PSHT Paciran, hingga masyarakat Desa Kandangsemangkon.
Kegiatan penanaman mangrove itu juga terhubung secara virtual dengan Mabes TNI AD bersama jajaran Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan pesisir secara serentak.
Dalam arahannya melalui sambungan virtual, Waaster Kasad Bidang Binter menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove sebagai upaya mengurangi dampak abrasi dan perubahan iklim.
Usai arahan, seluruh peserta langsung bergerak menuju area pesisir untuk melakukan penanaman.
Anak-anak sekolah tampak antusias menanam bibit mangrove sambil didampingi para Babinsa.
Lumpur yang menempel di kaki tidak menyurutkan semangat mereka menjaga alam sejak dini.
Bagi warga Desa Kandangsemangkon, kegiatan tersebut menjadi harapan baru di tengah ancaman abrasi yang kerap menghantui saat musim angin barat datang.
Kepala Desa Kandangsemangkon, Agus Mulyono, mengaku bersyukur wilayahnya menjadi lokasi penanaman mangrove karena keberadaan tanaman tersebut sangat penting untuk melindungi garis pantai.
“Kami merasa sangat terbantu. Mangrove ini menjadi pelindung alami agar daratan kami tidak terus terkikis air laut,” katanya.
Pantai Pengkolan pagi itu tak hanya dipenuhi deretan bibit mangrove, tetapi juga tumbuhnya kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah investasi penting bagi generasi mendatang.
Melalui karya bakti dan semangat gotong royong, Kodim 0812/Lamongan bersama masyarakat kembali menegaskan komitmen menjaga kelestarian pesisir utara Lamongan agar tetap hijau, aman, dan lestari. (ded)






