LAMONGAN – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan jajaran TNI bersama masyarakat.
Personel Babinsa Koramil 0812/20 Karangbinangun bersama warga Desa Palangan, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, bergotong royong membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan utama desa, Selasa (7/7/2026).
Pembangunan TPT tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi badan jalan dari ancaman abrasi dan longsor.
Kondisi jalan yang berada di tengah kawasan tambak membuat struktur tanah di sekitarnya rentan terkikis air, terutama saat debit air meningkat atau terjadi luapan dari tambak.
Keberadaan jalan ini memiliki peran yang sangat penting karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus akses vital bagi aktivitas perekonomian warga, khususnya para petani tambak.
Dengan semangat kebersamaan, Babinsa dan masyarakat bekerja secara bergantian mengangkut material, memasang pondasi, hingga menyusun tembok penahan agar jalan tetap kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Penjabat Danramil 0812/20 Karangbinangun, Peltu Teguh, mengapresiasi kekompakan anggotanya bersama masyarakat yang secara sukarela terlibat dalam kegiatan karya bakti tersebut.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan desa merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus upaya membantu pemerintah desa menjaga infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Karya bakti ini tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Budaya gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga. Kami berharap pembangunan tembok penahan tanah ini dapat membuat jalan lebih kuat, aman, dan dapat dimanfaatkan warga dalam waktu yang lama,” ujar Peltu Teguh.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Palangan, Marianto, yang mengaku terbantu dengan keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan TPT menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi jalan yang diapit area tambak sangat rawan mengalami pengikisan.
Ia menjelaskan, jika tidak segera diperkuat, badan jalan berpotensi longsor sehingga dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi hasil tambak.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat Desa Palangan. Hampir seluruh aktivitas warga melewati jalur ini, termasuk pengangkutan hasil tambak. Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi warga. Kehadiran TNI membuat masyarakat semakin bersemangat bergotong royong menyelesaikan pembangunan ini,” ungkap Marianto.
Pembangunan Tembok Penahan Tanah diharapkan mampu memperkuat struktur jalan sehingga lebih tahan terhadap abrasi dan tekanan air dari kawasan tambak di sekitarnya.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur tersebut juga diyakini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan tambak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Palangan.
Melalui kolaborasi antara TNI dan masyarakat ini, semangat kebersamaan kembali membuktikan bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan bermanfaat ketika seluruh elemen bersatu menjaga fasilitas publik demi kepentingan bersama. (ded)






