TNI/POLRI

TMMD 129 Bojonegoro Perkuat SDM Desa, Warga Kesongo Dibekali Teknik Penyelamatan Kebakaran

amunisinews001
8378
×

TMMD 129 Bojonegoro Perkuat SDM Desa, Warga Kesongo Dibekali Teknik Penyelamatan Kebakaran

Sebarkan artikel ini
img 20260729 wa0017

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, masyarakat juga dibekali kemampuan menghadapi kondisi darurat melalui Pelatihan Mitigasi dan Pengendalian Kebakaran yang digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).

Pelatihan tersebut diikuti anggota Linmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga Desa Kesongo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran maupun berbagai kondisi penyelamatan lainnya.

Tak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai teknik penyelamatan.

Mulai dari penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik memadamkan api, simulasi evakuasi korban kebakaran, hingga penanganan kebocoran tabung LPG dilakukan secara langsung agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman mengenai unsur-unsur pembentuk api, klasifikasi kebakaran, penyebab kebakaran rumah, teknik pemadaman sederhana menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar, hingga penanganan korban luka bakar dan prosedur penyelamatan yang aman.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Pemberdayaan Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, M. Imam Affan Tsanya, menegaskan bahwa kemampuan melindungi masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, setiap aparat desa, anggota Linmas, maupun masyarakat perlu memiliki bekal dasar penyelamatan agar mampu bertindak cepat saat keadaan darurat terjadi.

Ia menjelaskan terdapat tiga hal utama yang wajib dimiliki setiap orang yang memiliki tugas melindungi masyarakat, yakni pengetahuan, keterampilan dan peralatan.

“Semua aparat desa dan masyarakat harus tahu cara memberikan pertolongan pertama, menyelamatkan korban, hingga memadamkan api secara benar. Jangan hanya mengandalkan petugas pemadam,” tegasnya.

Affan menambahkan, pengetahuan saja tidak cukup apabila tidak dibarengi latihan secara rutin.

“Keterampilan hanya dapat terbentuk melalui praktik dan simulasi yang dilakukan berulang kali,” kata dia.

Karena itu, ia mendorong pemerintah desa agar secara berkala menyelenggarakan latihan penyelamatan, mulai dari penanganan korban pingsan akibat asap yang ditimbulkan kebakaran, evakuasi korban kebakaran, hingga simulasi pemadaman api secara mandiri.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih waspada terhadap berbagai penyebab kebakaran yang sebagian besar berasal dari kelalaian manusia.

“Kami menghimbau kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan kompor saat memasak, rutin memeriksa instalasi listrik, serta memahami cara menangani kebocoran tabung LPG tanpa kepanikan,” tegasnya.

Menurutnya, kebakaran akibat kelalaian tetap memiliki konsekuensi hukum sehingga budaya pencegahan harus terus ditanamkan kepada masyarakat.

“Kebakaran karena tidak disengaja pun ada konsekuensi hukumnya,” imbuhnya.

Dalam praktik lapangan, peserta tampak antusias mencoba APAR secara bergantian.

Mereka juga mempraktikkan teknik memadamkan api dari jarak aman, penggunaan kain basah untuk kondisi tertentu, hingga cara mengevakuasi korban tanpa memperparah cedera.

Sementara, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari sasaran non fisik TMMD.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, sumur bor maupun fasilitas umum, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

“Dengan adanya pelatihan ini kami berharap masyarakat Desa Kesongo memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah maupun menangani kebakaran secara cepat dan tepat. Harapannya, warga mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar sebelum bantuan datang,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Melalui kolaborasi TMMD ke-129 bersama Damkarmat Kabupaten Bojonegoro tersebut, diharapkan lahir masyarakat yang tidak hanya menikmati hasil pembangunan fisik, tetapi juga memiliki budaya sadar keselamatan, tanggap bencana dan mampu menjadi pelopor perlindungan bagi lingkungan sekitarnya. (yin)