TNI/POLRI

TMMD 129 Bojonegoro Berakhir, Kesongo Ditinggalkan Jalan Beton hingga Air Bersih

amunisinews001
11
×

TMMD 129 Bojonegoro Berakhir, Kesongo Ditinggalkan Jalan Beton hingga Air Bersih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813 WA0021

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 resmi berakhir.

Setelah berjalan selama 30 hari, rangkaian pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, ditutup pada Kamis (13/8/2026).

Penutupan ditandai dengan upacara yang digelar di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem.

Upacara dipimpin Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Zainul Bahar membacakan amanat Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.

Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Program tersebut telah berjalan sejak 1980 dan dirancang untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan yang berasal dari kebutuhan warga atau bottom up planning.

TMMD dilaksanakan secara berkala empat kali dalam setahun dengan durasi 30 hari. Sasarannya antara lain daerah tertinggal, terisolasi, maupun kawasan yang membutuhkan penanganan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada TMMD ke-129 yang berlangsung 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, Kodim 0813 Bojonegoro menjadi salah satu dari lima wilayah pelaksanaan TMMD di Jawa Timur.

Empat daerah lainnya yakni Ponorogo, Lamongan, Lumajang, dan Sampang.

Di Desa Kesongo, program tersebut meninggalkan sejumlah fasilitas dan kegiatan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, Satgas TMMD membuka lahan pertanian produktif seluas 1 hektare.

Sementara melalui program TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB), dibangun sumber air bersih di lima titik yang rawan kekeringan.

Program rehabilitasi hunian juga menyasar lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, lima unit fasilitas MCK dibangun melalui program sanitasi sehat.

Perhatian juga diberikan kepada kesehatan anak. Sebanyak 100 paket makanan tambahan disalurkan untuk membantu anak yang mengalami stunting.

Tak hanya pembangunan fisik, Satgas TMMD turut menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon serta aksi pembersihan fasilitas umum.

Pangdam V Brawijaya meminta seluruh hasil pembangunan tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dirawat masyarakat.

“Pencapaian ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat dan dirawat dengan baik agar manfaatnya berjangka panjang,” demikian amanat tertulis Pangdam V Brawijaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah bekerja bersama TNI selama pelaksanaan TMMD.

Tiga pesan turut ditekankan, yakni menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat, memelihara seluruh fasilitas yang telah dibangun, serta memberikan penghargaan atas dedikasi para prajurit Satgas TMMD yang bertugas di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian upacara dilaksanakan, TMMD ke-129 Tahun 2026 secara resmi dinyatakan berakhir.

“Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.41 WIB, TNI Manunggal Membangun Desa ke-129 tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tegasnya.

Penutupan TMMD bukan menjadi akhir dari manfaat program.

Jalan, fasilitas air bersih, hunian, sanitasi, lahan produktif hingga program kesehatan yang telah dibangun diharapkan menjadi warisan pembangunan yang terus dirasakan warga Desa Kesongo dalam jangka panjang. (yin)