TNI/POLRI

Kapolres Malang Pasang Alarm, Perguruan Silat Diminta Waspada Provokasi

amunisinews001
7
×

Kapolres Malang Pasang Alarm, Perguruan Silat Diminta Waspada Provokasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813 WA0057

MALANG – Upaya menjaga keamanan dan kerukunan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Malang terus diperkuat.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengajak Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang dan seluruh perguruan silat memperkuat komunikasi serta menutup ruang bagi provokasi yang berpotensi memicu konflik.

Pesan tersebut disampaikan Rulian saat menerima silaturahmi Pengurus IPSI Kabupaten Malang di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan itu tidak hanya membahas perkembangan organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Rulian menekankan bahwa perbedaan pandangan maupun dinamika di lingkungan perguruan silat merupakan hal yang perlu disikapi secara dewasa.

Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah.

“Perbedaan pandangan maupun dinamika yang terjadi di lingkungan perguruan pencak silat perlu disikapi secara dewasa. Mari mengedepankan komunikasi, koordinasi dan musyawarah sehingga tidak terjadi konflik maupun perselisihan di lapangan,” kata AKBP Rulian.

Kapolres menilai IPSI bersama seluruh perguruan pencak silat memiliki posisi strategis dalam membantu menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Malang.

Karena itu, pembinaan terhadap anggota harus terus diperkuat agar aktivitas pencak silat menjadi wadah positif, khususnya bagi generasi muda.

Ia juga mendorong kegiatan latihan dan pembinaan diarahkan pada peningkatan prestasi.

Selain membentuk atlet berprestasi, kegiatan tersebut dinilai dapat menanamkan kedisiplinan sekaligus mempererat persaudaraan antarpesilat.

Rulian secara khusus mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau tindakan yang dapat memecah hubungan antarperguruan.

“Jangan ada pihak yang melakukan provokasi atau mengadu domba antarperguruan. Hubungan silaturahmi dan komunikasi yang telah terjalin agar terus dipelihara demi terciptanya kerukunan dan persaudaraan antar pesilat,” tegasnya.

Senada, Ketua Umum IPSI Kabupaten Malang Zia’ulhaq menilai komunikasi antarpengurus perguruan menjadi kunci untuk menjaga hubungan tetap harmonis.

Setiap perbedaan maupun dinamika organisasi, kata dia, harus ditempatkan sebagai persoalan yang dapat diselesaikan melalui musyawarah.

“Perbedaan pandangan maupun dinamika organisasi harus diselesaikan dengan musyawarah. Jangan sampai ada kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik antarperguruan,” ujar Zia’ulhaq.

IPSI Kabupaten Malang juga berkomitmen meningkatkan pembinaan atlet dan anggota.

Dengan pembinaan yang konsisten, perguruan silat diharapkan mampu melahirkan pesilat berprestasi sekaligus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan.

Tak hanya mengejar prestasi di arena, latihan pencak silat diharapkan mampu menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan dan solidaritas. Dengan komunikasi yang kuat serta pembinaan yang berkelanjutan, persaudaraan antarperguruan di Kabupaten Malang diharapkan semakin kokoh dan potensi konflik dapat dicegah sejak dini. (Fur)