TNI/POLRI

Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Upacara Sumpah Pemuda 2026

×

Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Upacara Sumpah Pemuda 2026

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO — Semangat persatuan dan perjuangan generasi muda kembali digaungkan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro menggelar upacara peringatan di lapangan Makodim, Rabu (28/10/2026) pagi.

Upacara berlangsung dengan diikuti anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf Marwoko Suwandono bertindak sebagai inspektur upacara.

Momentum peringatan Sumpah Pemuda tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan semangat pengabdian bagi generasi penerus Indonesia.

Dalam kesempatan itu, inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir.

Amanat tersebut menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda 1928 harus terus hidup dan menjadi landasan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam amanatnya, Menpora Erick Thohir mengingatkan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak cukup diukur melalui pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, ataupun besarnya kekayaan materi.

Menurutnya, kekuatan utama sebuah negara terletak pada kualitas manusianya, mulai dari karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, hingga kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas serta tanggung jawab sosial.

Semangat kebangsaan, lanjut pesan tersebut, harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai simbol sejarah, tetapi menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, Menpora mengajak generasi muda menanamkan tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Pertama, patriotik. Kecintaan terhadap Indonesia harus diwujudkan melalui pengabdian, kontribusi dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa.

Kedua, gigih. Generasi muda diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tantangan, maupun kegagalan.

Semangat berjuang dan kemauan untuk terus berkembang menjadi modal penting dalam meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi negara.
Ketiga, berempati.

Keberhasilan tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi.

Generasi muda juga perlu memiliki kepekaan sosial, menghargai sesama, dan bersedia membantu mereka yang menghadapi kesulitan.

Ketiga nilai tersebut saling melengkapi dalam membentuk generasi yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Menpora juga mengingatkan bahwa patriotisme perlu disertai kepedulian, sementara kegigihan harus tetap berlandaskan nurani.

Karena itu, pembangunan karakter pemuda harus berjalan seimbang dengan pengembangan kecerdasan, keberanian dan kepekaan sosial.

Pesan Menpora dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini juga menyoroti pentingnya keberanian bermimpi, kerja keras, serta kesediaan untuk melayani masyarakat.

Generasi muda didorong untuk terus meningkatkan kemampuan, berani mengambil peran dalam pembangunan, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang keberanian mengambil keputusan, tetapi juga kesediaan mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat dan bekerja untuk kepentingan bersama.

Melalui pesan yang dibacakan dalam upacara tersebut, pemuda Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan, tetapi tetap memiliki hati yang peka terhadap kondisi di sekitarnya.

Menutup amanatnya, Erick Thohir mengajak seluruh generasi muda menjadikan ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan sebagai wujud nyata kecintaan kepada tanah air.

Masa depan Indonesia, menurut pesan tersebut, bukan sekadar sesuatu yang dinantikan, melainkan harus dirancang dan diwujudkan bersama mulai dari sekarang.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat tekad membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 diharapkan terus menjadi energi bagi seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. (Yin)