BOJONEGORO — Kiprah petugas Inseminasi Buatan (IB) Kabupaten Bojonegoro kembali diuji di tingkat Jawa Timur.
Tahun ini, Junaidi, Petugas IB dari SPIB Kasiman, dipercaya menjadi wakil Bojonegoro dalam Pembinaan dan Penilaian Lomba Petugas Inseminasi Buatan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarpetugas.
Tim penilai juga menguji kompetensi, kualitas pelayanan, hingga dampak pelaksanaan program IB terhadap perkembangan usaha peternakan masyarakat.
Dalam tahapan penilaian, Junaidi mempresentasikan data serta capaian pelayanan IB di wilayah kerjanya.
Ia juga menunjukkan dokumentasi berupa video saat memberikan pelayanan kepada peternak.
Tak berhenti pada pemaparan, tim juri turut memeriksa semen beku atau spermatozoa yang digunakan dalam proses IB.
Penilaian kemudian berlanjut ke lapangan untuk melihat secara langsung kemampuan Junaidi dalam menangani pelayanan IB.
Di hadapan tim juri, Junaidi mempraktikkan proses penanganan IB pada sapi milik masyarakat setempat.
Ketua Tim Juri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkan) Provinsi Jawa Timur, Nursanti, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar mencari petugas terbaik.
Menurutnya, proses penilaian sekaligus menjadi sarana pembinaan, monitoring, dan evaluasi bagi petugas IB maupun para peternak.
“Kami datang ke sini untuk menjaring petugas IB berprestasi Jawa Timur, sekaligus melakukan pembinaan kepada petugas dan para peternak. Selain itu juga untuk melakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya.
Nursanti juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengembangkan sektor peternakan.
Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA.
Dia menilai kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, serta para penggerak di sektor peternakan dapat menjadi kekuatan untuk mendorong masyarakat semakin tertarik mengembangkan usaha ternak.
“Kami mengapresiasi, awal tahun ini Bojonegoro telah melakukan pentahelik, kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi dan para penggeraknya,” tambahnya.
Menurut Nursanti, keberhasilan program IB nantinya tidak hanya diukur dari jumlah pelayanan yang dilakukan.
Dampaknya terhadap produktivitas dan kualitas ternak juga menjadi bagian penting yang akan dilihat.
“Semoga itu dapat meningkatkan gairah peternak untuk Bojonegoro. Kita akan lihat berapa banyak yang berhasil di IB, apakah ada produktivitasnya semakin bagus,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan Bojonegoro sebelumnya juga pernah mengikuti kompetisi serupa.
Pada tahun lalu, petugas IB asal Bojonegoro berhasil meraih juara II.
Tahun ini, Junaidi kembali membawa harapan Bojonegoro untuk mencatatkan prestasi di tingkat Jawa Timur.
Catur menjelaskan, peternakan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam program prioritas Pemkab Bojonegoro.
Selain bantuan ayam melalui program GAYATRI, pemerintah daerah juga menjalankan program Domba Kesejahteraan dan KOLEGA.
Khusus komoditas sapi, pengembangan terus didorong karena sapi menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bojonegoro.
Di Kecamatan Kasiman sendiri, pelayanan IB telah berjalan sejak 2010.
Junaidi mengampu pelayanan di empat desa dari total 10 desa yang ada di wilayah tersebut, yakni Desa Batokan, Tembeling, Sidomukti, dan Besah.
Kerja pelayanan tersebut juga telah menghasilkan sejumlah capaian.
Pada 2024, keturunan sapi hasil pelayanan IB Junaidi bahkan mengikuti kontes ternak.
Hasilnya cukup mencolok, salah satu sapi berhasil meraih juara I kategori calon induk dan juara III kategori extreme dengan bobot mencapai 1 ton 6 kilogram.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa program IB tidak berhenti pada proses reproduksi ternak, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas sapi.
Dukungan terhadap pengembangan peternakan di Kasiman juga datang dari pemerintah kecamatan.
Camat Kasiman Beny Subiakto mengapresiasi sinergi antara Disnakkan, khususnya UPT Puskeswan Kasiman, dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat.
“Alhamdulillah, Disnakkan khususnya UPT Puskeswan Kasiman ini bersinergi dengan baik. Kami juga ada beberapa program yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Sinergitas ini semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi lintas pihak terus diperkuat sehingga berbagai program peternakan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Junaidi membawa visi yang cukup kuat dalam mengikuti kompetisi tersebut.
Dirinya ingin mewujudkan peternak sapi potong yang bahagia dan makmur sekaligus menjadi petugas IB yang mampu membanggakan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia membawa sejumlah misi, mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya IB, mengembangkan usaha IB dalam budidaya sapi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada peternak, hingga mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas ternak.
Keikutsertaan Junaidi dalam lomba tingkat Jawa Timur sekaligus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kompetensi petugas IB di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat pelayanan reproduksi ternak dan mendukung upaya peningkatan populasi, mutu, serta produktivitas sapi di Kabupaten Bojonegoro. (yin)






