Infotaiment

Bojonegoro Youth Festival 2026 Digelar, Ini Syarat Ikut Lomba Pidato

amunisinews001
4084
×

Bojonegoro Youth Festival 2026 Digelar, Ini Syarat Ikut Lomba Pidato

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0059

BOJONEGORO — Kesempatan bagi pemuda Bojonegoro untuk menunjukkan kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, sekaligus menginspirasi masyarakat kembali terbuka.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bojonegoro Youth Festival (BYF) 2026 melalui Kompetisi Pidato Kepemudaan.

Mengusung tema “Youth for Impact: Pemuda Berkarya, Berkolaborasi dan Menginspirasi, menuju Bojonegoro Bahagia Makmur dan Membanggakan”, kompetisi ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan sekaligus menunjukkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi di hadapan publik.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Bojonegoro, Flora Agrishinta, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah untuk mendorong pemuda agar berani menyampaikan ide dan mengambil peran dalam berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Kompetisi ini terbuka bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya, Kamis (3/9/2026).

Peserta mengikuti lomba secara individu dan tidak berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menariknya, kompetisi tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

Peserta cukup melakukan pendaftaran secara daring dengan melampirkan naskah serta video pidato berdurasi maksimal lima menit.

Video yang dikirimkan harus direkam dengan teknik one take, tanpa potongan.

Dari seluruh peserta yang mendaftar, nantinya akan dipilih 10 peserta dengan video terbaik untuk mengikuti babak kompetisi secara langsung.

Panitia menyediakan lima pilihan tema yang dinilai dekat dengan tantangan dan perkembangan generasi muda saat ini.

Pertama, Mental Health and Youth Wellbeing, yang mengangkat isu kesehatan mental, ketahanan psikologis, serta kesejahteraan pemuda di tengah tekanan akademis, sosial dan digital.

Kedua, Sustainability, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, serta keseimbangan kebutuhan ekonomi, sosial dan ekologi.

Ketiga, Green Economy, yang membahas transformasi menuju ekonomi rendah karbon, energi terbarukan, peluang kerja ramah lingkungan, hingga inovasi bisnis berkelanjutan.

Keempat, Gender Equality and Inclusion, yang mengangkat kesetaraan hak, keadilan, kesempatan bagi semua gender, serta pentingnya membangun ruang yang inklusif dalam pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sosial.

Kelima, Digital Transformation and AI, yang mengeksplorasi pengaruh transformasi digital dan kecerdasan buatan terhadap masyarakat, ekonomi, etika, serta kesiapan pemuda menghadapi masa depan.

Peserta yang dinyatakan lolos wajib memilih satu tema yang sama dengan tema saat pendaftaran untuk dikembangkan menjadi naskah pidato sebelum kompetisi berlangsung.

Pada babak final, 10 peserta terpilih akan tampil secara offline dan memperoleh waktu hingga 10 menit untuk menyampaikan pidatonya di hadapan dewan juri.

Penilaian dilakukan secara independen oleh juri yang ditunjuk Dinpora dengan mempertimbangkan kredibilitas serta keahlian di bidang komunikasi, linguistik, ilmu sosial, filsafat, hukum, maupun profesi yang berkaitan dengan public speaking.

Ada lima aspek utama yang menjadi dasar penilaian dengan total 100 poin.

Aspek tersebut meliputi retorika 30 poin, kejelasan 20 poin, inspirasi dan dampak 20 poin, penguasaan audiens 15 poin, serta kreativitas 15 poin.

Selain tiga juara utama, panitia juga menyiapkan kategori Juara Favorit.

Pemenang kategori ini ditentukan berdasarkan jumlah dukungan yang diperoleh peserta melalui QR code yang dibagikan selama pelaksanaan kompetisi.

Jika peserta dengan dukungan terbanyak ternyata juga meraih Juara 1, 2 atau 3, penghargaan Juara Favorit akan diberikan kepada peserta dengan jumlah pendukung terbanyak berikutnya.

Mekanisme tersebut diterapkan agar tidak terjadi penerimaan hadiah ganda.

Total hadiah uang pembinaan yang disediakan mencapai Rp3.750.000.

Juara 1 memperoleh Rp1.500.000, Juara 2 Rp1.000.000, Juara 3 Rp750.000, sedangkan Juara Favorit mendapatkan Rp500.000.

Selain uang pembinaan, para juara utama akan memperoleh trofi dan sertifikat penghargaan.

Sementara Juara Favorit mendapatkan sertifikat penghargaan.

Hadiah uang pembinaan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Rangkaian kompetisi telah dimulai melalui sosialisasi dan pendaftaran pada 24 Agustus hingga 8 Oktober 2026.

Selanjutnya, penilaian video peserta berlangsung pada 9–14 Oktober, disusul pengumuman peserta yang lolos pada 15 Oktober.

Peserta yang lolos kemudian mengikuti technical meeting pada 16 Oktober pukul 10.00 WIB.

Sedangkan kompetisi pidato secara langsung dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 11.00–13.00 WIB.

Seluruh rangkaian kegiatan final akan digelar di Bojonegoro Sport Centre (BSC), Jalan Veteran Nomor 84, Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Bojonegoro, Flora Agrishinta, juga mengingatkan peserta bahwa naskah pidato harus merupakan karya asli dan belum pernah dilombakan sebelumnya.

“Materi pidato tidak boleh mengandung unsur SARA ataupun hal-hal yang bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku,’ tegasnya.

Informasi serta pendaftaran kompetisi dilakukan melalui formulir daring yang telah disediakan panitia.

Peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dinda di nomor 089678141667.

Melalui BYF 2026, Dinpora Bojonegoro berharap semakin banyak pemuda yang berani menyampaikan gagasan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu menghadirkan perspektif baru terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

Kini, panggung telah disiapkan, tinggal menunggu siapa saja pemuda Bojonegoro yang berani tampil, menyampaikan gagasan dan membuktikan bahwa suara anak muda mampu memberikan dampak. (yin)