Daerah

Respon Cepat Laporan Warga, DLH Bersihkan Sampah Liar di Bojonegoro

×

Respon Cepat Laporan Warga, DLH Bersihkan Sampah Liar di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Tumpukan sampah liar yang selama ini mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan pengguna jalan di Kabupaten Bojonegoro akhirnya ditangani.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menerjunkan tim untuk membersihkan sejumlah titik pembuangan sampah ilegal di Kecamatan Baureno dan kawasan Pasar Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro.

Langkah cepat tersebut menjadi respon atas keluhan warga mengenai kondisi pinggir jalan yang dipenuhi sampah.

Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.

Dalam aksi tersebut, DLH Bojonegoro tidak bekerja sendirian.

Pembersihan dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kecamatan Baureno, pemerintah desa setempat, serta masyarakat yang turut bergotong royong membersihkan lingkungan.

Hasilnya, sejumlah titik yang sebelumnya terlihat kumuh dan dipenuhi sampah kini kembali bersih.

Area pinggir jalan di Kecamatan Baureno maupun sekitar Pasar Banjarejo tampak lebih tertata, lapang dan nyaman dilalui pengguna jalan.

Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, laporan warga memiliki peran penting dalam mempercepat penanganan persoalan lingkungan.

Terlebih, masyarakat tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan.

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan warga dalam memberikan informasi serta keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari jajaran Pemerintah Kecamatan Baureno, Pemdes, hingga masyarakat di lapangan. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong di Bojonegoro masih sangat kuat,” ujar Agus.

Meski proses pembersihan telah selesai, DLH Bojonegoro mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut tumpukan yang sudah terlanjur menggunung.

Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat agar lokasi yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Agus menegaskan, bahu jalan, kawasan pasar, maupun ruang publik bukanlah tempat untuk membuang sampah sembarangan.

Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, lingkungan yang sudah bersih berpotensi kembali dipenuhi sampah.

“Tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah kami eksekusi dan dibersihkan. Kini, giliran kita semua ikut menjaga bersama dengan mulai memilah sampah dari rumah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Tolong, jangan jadikan pinggir jalan tempat pembuangan sampah. Mari kita kelola sampah dengan bijak dari rumah demi lingkungan yang bersih, sehat, dan asri untuk kita semua,” tegasnya.

DLH Bojonegoro juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus memudahkan proses pengelolaannya.

Penanganan sampah liar di Baureno dan Pasar Banjarejo ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah.

Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar ruang publik tetap terjaga.

Jangan sampai lokasi yang hari ini sudah bersih kembali berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Sebab, menjaga lingkungan tetap bersih membutuhkan kepedulian setiap hari, bukan hanya ketika petugas datang melakukan pembersihan. (yin)