LAMONGAN – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Lamongan berlangsung dalam pengawalan ketat namun humanis.
Kodim 0812/Lamongan menyiagakan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif, Jumat (1/5/2026).
Apel siaga digelar di Lapangan Makodim 0812/Lamongan dengan barisan personel yang berdiri tegap dan siap digerakkan kapan saja.
Apel dipimpin oleh Kapten Arm Yusniady, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan tanpa menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.
“Siaga bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memastikan setiap aspirasi tersampaikan dengan aman. Dinamika di lapangan bisa berubah cepat, jadi seluruh personel harus siap kapan saja,” tegasnya.
Di sisi lain, Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk dukungan terhadap stabilitas daerah sekaligus perlindungan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Menurutnya, seluruh personel disiapkan untuk BKO (Bawah Kendali Operasi) ke Polres Lamongan, dengan fokus utama menjaga keamanan aksi buruh agar tetap damai dan tertib.
“Ini komitmen kami. Buruh berhak menyampaikan aspirasi, dan tugas kami memastikan hal itu berjalan aman tanpa gangguan provokasi,” ujarnya.
Kodim 0812/Lamongan menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain 1 SSK personel siaga penuh dan siap digerakkan setiap saat, pengamanan prioritas, objek vital, fasilitas publik, serta kelancaran arus lalu lintas.
Pendekatan humanis, persuasif, tegas sesuai SOP, dan koordinasi erat dengan Polri serta pemerintah daerah.
Dandim juga menegaskan bahwa TNI tidak membatasi kebebasan berpendapat, melainkan memastikan hak tersebut tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami hadir untuk menjaga keseimbangan. Aspirasi tersampaikan, masyarakat tetap nyaman, dan Lamongan tetap aman,” tambahnya.
Kodim pun menghimbau seluruh elemen buruh yang turun ke jalan agar menyampaikan tuntutan secara damai dan tidak mudah terprovokasi.
Dari Lapangan Makodim, satu SSK telah disiagakan. Bukan untuk membatasi, melainkan untuk mengawal demokrasi tetap berjalan dengan aman. (ded)






