BOJONEGORO – Semangat emansipasi perempuan dalam momentum Hari Kartini diwujudkan melalui aksi nyata di bidang kesehatan. RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro menggelar Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang dirangkai dalam program Selangkah (Semangat Lawan Kanker) ini berlangsung di Poli Eksekutif Wijaya Kusuma, Bojonegoro, dengan mengusung tema “Deteksi Dini, Lindungi Diri, Cegah Kanker Payudara Sejak Sekarang”.
Penasehat DWP Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Menurutnya, perempuan masa kini dituntut tidak hanya aktif di ruang publik, tetapi juga memiliki kualitas kesehatan yang baik.
“Perempuan harus sehat dan berdaya. Kita bisa berperan di masyarakat tanpa mengabaikan peran utama sebagai perempuan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting dalam mencegah risiko kanker payudara yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan.
“Dengan pemeriksaan sejak awal, kita bisa mengambil langkah cepat. Perempuan Bojonegoro harus lebih peduli terhadap kesehatan dirinya,” tambahnya.
Cantika juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga tercinta.
“Sehatnya kita adalah untuk orang-orang yang kita cintai,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sosodoro, Ani Pujiningrum, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker.
Menurutnya, layanan pemeriksaan tidak hanya terbatas pada SADANIS, tetapi juga dilengkapi dengan USG payudara hingga fasilitas mamografi untuk pemeriksaan lanjutan.
“Jika diperlukan tindak lanjut, kami sudah siapkan layanan lengkap, termasuk penanganan kanker oleh dokter spesialis hingga kemoterapi,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa RSUD Sosodoro kini didukung teknologi modern seperti MRI 3 Tesla untuk menunjang diagnosis yang lebih akurat.
Selain itu, proses verifikasi BPJS tengah berjalan agar layanan tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis.
Dengan capaian Universal Health Coverage (UHC), pembiayaan layanan kesehatan di Bojonegoro sebagian besar telah terjamin melalui BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan.
Ke depan, RSUD Sosodoro berencana mengembangkan layanan onkologi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, melengkapi layanan unggulan yang sudah ada seperti jantung dan stroke.
Ani juga mengapresiasi peran DWP yang telah menggagas kegiatan ini.
Dirinya menilai, perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga dalam menjaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran perempuan Bojonegoro terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara semakin meningkat, sekaligus mendorong lahirnya generasi perempuan yang sehat, kuat, dan berdaya. (Yin)






