Daerah

Nurul Azizah Beberkan Target Besar Bojonegoro, dari RS Jiwa hingga Turunkan Stunting

6656
×

Nurul Azizah Beberkan Target Besar Bojonegoro, dari RS Jiwa hingga Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
img 20260711 wa0025

BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa menjaga kerukunan di tengah keberagaman tidak cukup hanya melalui slogan atau seruan moral.

Menurutnya, harmoni harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan serta pelayanan publik yang mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wabup Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertema “Merawat Harmoni dalam Keberagaman melalui Penyelenggaraan Kehidupan Bermasyarakat” di Hotel MCM Bojonegoro, Sabtu (11/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa semangat persatuan harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Seluruh program pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata,” ujar Nurul Azizah.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Nurul Azizah mengungkapkan, salah satu target besar tahun ini adalah menghadirkan Rumah Sakit Jiwa di Bojonegoro.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat layanan bagi kelompok lanjut usia melalui pengembangan panti lansia.

Tak hanya itu, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo juga terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan modern, mulai dari kemoterapi, terapi stem cell, pusat layanan jantung terpadu, hingga Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk penanganan penyakit pembuluh darah.

Ribuan Anak Ditargetkan Kembali Bersekolah
Pada bidang pendidikan, Pemkab Bojonegoro masih menghadapi tantangan tingginya jumlah anak yang belum mengenyam pendidikan.

Saat ini tercatat sekitar 5.610 anak masih berada dalam kategori anak tidak sekolah. Pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen dari jumlah tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan sepanjang tahun 2026 melalui berbagai program pendampingan dan intervensi.

Persoalan stunting juga tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Nurul Azizah menyebut angka stunting di Bojonegoro saat ini berada di kisaran 12 persen. Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program lintas sektor agar angka tersebut dapat terus ditekan melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, sanitasi, hingga edukasi masyarakat.

Di sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro memfokuskan perhatian pada empat persoalan utama yang selama ini menjadi keluhan petani, yaitu ketersediaan air, distribusi pupuk, harga hasil panen, serta ketersediaan bibit dan pengendalian hama.

Untuk mengatasi dampak musim kemarau, pemerintah juga terus membangun sarana penyediaan air, termasuk memanfaatkan teknologi tenaga surya sebagai sumber energi untuk sistem irigasi pertanian.

Selain itu, upaya penanggulangan kemiskinan juga terus diperkuat. Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro berada di kisaran 11,69 persen atau sekitar 53 ribu kepala keluarga.

Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Freddy Poernomo turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Menurutnya, perbedaan suku, agama, pilihan politik, maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Setelah pesta demokrasi selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan membangun daerah. Jangan mempertajam perbedaan, tetapi mari bersama-sama menatap masa depan yang lebih baik,” katanya.

Freddy juga mengajak masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Dirinya menekankan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, memperkuat komunikasi, saling menghormati, menghindari permusuhan, serta terus merawat persaudaraan sebagai modal utama membangun Bojonegoro yang harmonis dan maju. (yin)