Daerah

SDN Ledok Wetan Bojonegoro Gabungkan Akademik dan Ngaji

amunisinews001
6
×

SDN Ledok Wetan Bojonegoro Gabungkan Akademik dan Ngaji

Sebarkan artikel ini
IMG 20260808 WA0065

BOJONEGORO – SD Negeri Ledok Wetan, Kabupaten Bojonegoro, mulai menghadirkan terobosan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Sekolah tersebut kini menyiapkan pola pembelajaran yang memadukan pendidikan umum dengan penguatan nilai-nilai religi.

Gagasan itu ditandai melalui jalan sehat sekaligus launching program Ledok Wetan SMART yang digelar di halaman SDN Ledok Wetan, Sabtu (8/8/2026).

Ledok Wetan SMART merupakan singkatan dari Sinergi Membangun Akademik dan Religi Ledok Wetan.

Program ini dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik memperoleh pendidikan akademik sekaligus pembelajaran keagamaan dalam satu rangkaian kegiatan.

Jalan sehat dan peluncuran program tersebut diikuti jajaran Kelurahan Ledok Wetan, kepala sekolah dan dewan guru, pengawas sekolah, peserta didik mulai TK hingga SD, wali murid, serta masyarakat sekitar.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo, Kepala Kelurahan Ledok Wetan Bambang Priyanto, Kepala SDN Ledok Wetan Rita Yuana, S.Pd.SD., M.Pd., perwakilan Kecamatan Bojonegoro, tokoh masyarakat, wali murid, dan peserta didik.

Kepala SDN Ledok Wetan Rita Yuana menjelaskan, program Ledok Wetan SMART lahir dari keinginan sekolah untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki bekal keagamaan dan karakter yang kuat.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembelajaran akademik pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan religi pada siang hari.

“Sinergi ini adalah kolaborasi, kerja sama, niat kita bersama. Kita bersama-sama ingin membangun generasi Bojonegoro, khususnya di Ledok Wetan ini melalui pembelajaran akademik sekolah di pagi hari sampai jam 12.00 siang, kita gabungkan dengan religinya jam 12.00 sampai jam 2.00 siang,” ujar Rita.

Menurutnya, konsep tersebut sekaligus dapat membantu orang tua yang memiliki aktivitas pekerjaan.

Anak-anak tetap berada dalam lingkungan sekolah hingga siang hari dan mendapatkan pembelajaran keagamaan setelah menyelesaikan kegiatan akademik.

Sekolah akan menghadirkan pendidikan religi berupa madrasah diniyah dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Dua ustadz juga disiapkan untuk memberikan pendampingan.

“Budhal sekolah esuk, siang dijemput wis oleh sekolah, wis oleh ngaji,” ungkap Rita.

Program tersebut nantinya mencakup sejumlah materi keagamaan, seperti tajwid, kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan Juz Amma atau Juz 30, hingga Asmaul Husna.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo memberikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas SDN Ledok Wetan.

Dia menilai Rita Yuana merupakan salah satu kepala sekolah yang memiliki gagasan inovatif.

Meski baru sekitar satu bulan memimpin SDN Ledok Wetan, sejumlah terobosan sudah mulai dirancang untuk mengembangkan sekolah.

Saat ini SDN Ledok Wetan memiliki sekitar 74 siswa, Anwar berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar sekolah yang berada di kawasan tengah kota tersebut dapat berkembang meski lokasinya berada di dalam gang.

Anwar juga menilai penguatan pendidikan agama penting dilakukan sejak jenjang sekolah dasar.

Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan seimbang dengan pembentukan karakter dan bekal keagamaan.

Terlebih, perkembangan teknologi dan penggunaan telepon seluler oleh anak-anak menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.

Karena itu, ia mengajak para orang tua mendukung anak-anak mengikuti program Madrasah Diniyah yang disiapkan sekolah.

Di sisi lain, Anwar menegaskan Pemkab Bojonegoro terus berupaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan.

Masyarakat yang mengetahui adanya anak yang belum bersekolah dapat melaporkannya kepada sekolah maupun Dinas Pendidikan.

Bagi anak yang tidak menempuh pendidikan formal, pemerintah juga menyediakan jalur pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), termasuk program kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C.

Pemkab Bojonegoro juga menyediakan program beasiswa bagi keluarga miskin yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah turut mengapresiasi peluncuran Ledok Wetan SMART.

Menurut Nurul, inovasi tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Dirinya menyampaikan bahwa IPM Bojonegoro dari 2024 menuju 2025 mengalami peningkatan.

Dalam sambutannya, Nurul menyebut IPM Bojonegoro berada di kisaran 74 dengan kenaikan sebesar 1,39 yang disebut sebagai peningkatan tertinggi di Jawa Timur.

Selain penguatan pendidikan dasar, Pemkab Bojonegoro juga terus memperluas akses pendidikan tinggi.

Salah satunya melalui rencana kerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk program PSDKU di Bojonegoro.

Nurul juga menyinggung keberadaan SMA Negeri Taruna Pamong Praja di Bojonegoro yang kini memasuki tahun kedua sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan daerah.

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro menyiapkan sejumlah skema beasiswa bagi masyarakat.

Beasiswa tersebut meliputi Beasiswa Desil Mapan untuk mahasiswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5, Beasiswa Prestasi bagi mahasiswa berprestasi terutama pada bidang STEM, serta Beasiswa Gus dan Ning bagi penerima rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren.

Ada pula Beasiswa Penthokir, yakni bantuan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang tidak masuk dalam tiga skema sebelumnya. Bantuan tersebut disebut sebesar Rp3 juta.

Nurul menegaskan pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik.

Guru memiliki peran besar dalam membentuk mental, karakter, adab, serta sopan santun peserta didik.

“Tujuannya adalah untuk memandaikan dan membentuk mental. Tidak kalah penting yang perlu diberikan sekarang ini, walaupun tidak ada di dalam pelajaran, adalah adab sopan santun,” tegasnya.

Menurut Nurul, anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan calon generasi penerus Bojonegoro.

Karena itu, pendidikan harus diberikan secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan maupun karakter.

Ia berharap inovasi seperti Ledok Wetan SMART dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi sekolah, guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat.

Peluncuran program tersebut kemudian ditandai dengan pelepasan balon oleh Wakil Bupati Bojonegoro bersama para tamu undangan.

Pelepasan burung dara juga dilakukan sebagai tanda dimulainya jalan sehat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum baru bagi SDN Ledok Wetan untuk memperkuat identitas sekolah melalui konsep pendidikan yang memadukan akademik, religi, karakter dan kolaborasi.

Dengan konsep tersebut, sekolah berharap dapat memberikan pilihan pendidikan yang lebih komprehensif bagi peserta didik sekaligus ikut mencetak generasi Bojonegoro yang cerdas, berkarakter dan memiliki bekal keagamaan. (Pro/yin)