Hukrim

‎Warga Gagalkan Aksi Begal Disertai Percobaan Pemerkosaan Di Lamongan, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

6721
×

‎Warga Gagalkan Aksi Begal Disertai Percobaan Pemerkosaan Di Lamongan, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
Img 20251110 wa0048

LAMONGAN – Kepanikan menyelimuti suasana malam di Jalan Raya Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Minggu (9/11/2025). Seorang gadis muda nyaris menjadi korban pembegalan yang disertai percobaan pemerkosaan.

‎Beruntung keberanian dan kesigapan warga membuat pelaku tak sempat kabur dan berhasil ditangkap hidup-hidup.

‎Korban berinisial N (18), warga Kecamatan Ngimbang, tengah mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang sekitar pukul 21.30 WIB.

‎Tanpa disadari, ia dibuntuti oleh seorang pria berinisial RH (24), warga Kecamatan Sambeng.

‎Di lokasi yang sepi, tepat di Dusun Tuwung, pelaku melancarkan aksinya dengan melempar batu ke arah korban hingga terjatuh dari motornya.

‎Bukan hanya itu, RH juga sempat membenturkan kepala korban ke tanah dan merobek jaket yang dikenakan sang gadis.

‎Namun, di tengah rasa takut dan luka, korban masih mampu berpikir cepat. Saat pelaku berusaha mematikan mesin motornya.

‎korban bangkit dan berlari sekencang-kencangnya sambil berteriak minta tolong. Suaranya menggema ke rumah-rumah warga sekitar.

‎Tak butuh waktu lama, puluhan warga berhamburan keluar dan bergegas mengejar pelaku.

‎Setelah sempat melawan, RH akhirnya berhasil dibekuk warga. Saat diperiksa, ia juga kedapatan membawa senjata tajam.

‎Petugas Polsek Ngimbang yang mendapat laporan segera tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.

‎Guna mencegah aksi main hakim sendiri, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

‎Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan kejadian tersebut.

‎“Benar terduga pelaku sudah diamankan oleh petugas. Kasus ini sempat ditangani penyidik Polsek Ngimbang,” ujarnya.

‎Namun, lanjut Hamzaid, perkara itu tidak berlanjut ke ranah hukum karena kedua pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

‎“Dari keterangan korban dan keluarga, mereka memilih jalan damai,” tambahnya.

‎Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat melintas di jalur sepi pada malam hari.

‎Warga juga diimbau untuk tidak ragu melapor jika melihat tindakan yang mencurigakan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Bumi Lamongan.(ded)