LAMONGAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di Kabupaten Lamongan.
Kali ini, perhatian tertuju di tepian Waduk Delikguno, Desa Pangumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, saat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian mulai digerakkan untuk mendukung produktivitas petani.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Andi Nur Alam Syah, yang turun langsung kelapangan, pada Jumat 1 Mei 2026, untuk memastikan distribusi air dari aliran Bengawan Solo benar-benar dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.
Menurutnya, potensi besar Bengawan Solo harus dioptimalkan dengan dukungan teknologi.
Pompa air yang disalurkan bukan sekedar bantuan alat, melainkan solusi konkret menghadapi tantangan pertanian, terutama di tengah ancaman perubahan iklim seperti El Nino.
“Air yang melimpah harus bisa dimanfaatkan maksimal. Pompa ini menjadi penghubung antara sumber air dan kebutuhan petani,” ujarnya saat meninjau pemasangan unit pompa di lokasi.
Ia menegaskan, peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas menjadi target utama.
Dari Lamongan, pemerintah ingin menunjukkan kesiapan menghadapi dinamika iklim yang semakin tidak menentu.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut positif bantuan tersebut.
Dia menilai kehadiran pompa air ini akan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan petani.
“Ini bukan hanya bantuan alat, tetapi sarana penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Kami berharap kelompok tani dapat merawat dan memanfaatkannya secara maksimal,” ungkapnya.
Di sisi lain, peran Tentara Nasional Indonesia juga terlihat aktif dalam mendukung program ini.
Pj Danramil 0812/04 Tikung, Pelda Budi K, menegaskan bahwa TNI siap mengawal program swasembada pangan hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lamongan.
“Kami akan terus mendampingi petani, menjaga sarana prasarana, serta memastikan bantuan ini benar-benar digunakan secara optimal,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Dengan mulai beroperasinya pompa air di Waduk Delikguno, para petani kini memiliki harapan baru untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian tanpa harus bergantung sepenuhnya pada curah hujan.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI di Lamongan menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan bukan hanya rencana, tetapi langkah nyata yang langsung dirasakan di lapangan. (ded)






