Daerah

Bupati Setyo Wahono Ingatkan ASN Bojonegoro: Jangan Sekedar Cepat, Harus Tulus Melayani

amunisinews001
9
×

Bupati Setyo Wahono Ingatkan ASN Bojonegoro: Jangan Sekedar Cepat, Harus Tulus Melayani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0014

BOJONEGORO — Suasana khidmat terasa di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Rabu (2/9/2026).

Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan duduk bersama di atas karpet.

Lantunan sholawat yang menggema di tengah suasana pagi menambah kekhusyukan kegiatan tersebut.

Namun, peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, melainkan juga momentum untuk mengingat kembali nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya mengajak seluruh ASN menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, kejujuran, kesabaran, amanah, serta kepedulian kepada sesama harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kelahiran Rasulullah SAW adalah nikmat dan rahmat yang sangat besar bagi kita semua. Nilai-nilai keteladanan beliau harus benar-benar dihidupkan dalam diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan kerja,” ujar Setyo Wahono.

Ia menegaskan, menjadi ASN bukan hanya soal menjalankan pekerjaan administratif atau mengejar capaian kinerja.

Lebih dari itu, profesi tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus dilandasi moral dan ketulusan.
Kecepatan dan kualitas pelayanan publik, lanjutnya, memang menjadi hal penting.

Tetapi, pelayanan yang diberikan dengan hati dan kepedulian akan memberikan dampak yang lebih berarti bagi masyarakat.

“Kita ingin membangun ASN Bojonegoro yang tidak hanya pintar dalam bekerja, tetapi juga benar dalam bersikap, tidak hanya cepat melayani, tetapi tulus, serta tidak hanya berkompetensi tinggi, tetapi teguh menjaga amanah,” tegasnya.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui tausiyah yang disampaikan KH. Tajuddin.

Dia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kehidupan dunia bersifat sementara sehingga setiap kesempatan sebaiknya digunakan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Menurut KH. Tajuddin, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan.

Kecintaan tersebut harus dibuktikan melalui perilaku dan akhlak yang mencerminkan keteladanan Rasulullah.

“Pernyataan cinta itu mudah, mengucapkan cinta melalui lisan juga mudah. Tetapi kecintaan itu harus dibuktikan dalam kehidupan. Mari kita buktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan mengikuti ajaran dan keteladanan beliau,” pesannya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya memperkuat ibadah, menjaga kebersamaan, serta membangun kepedulian terhadap orang lain.

Salah satu wujud nyata meneladani Rasulullah SAW, kata dia, adalah berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain,” tuturnya.

Semangat khairunnas ‘anfauhum linnas atau sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

Melalui momentum itu, jajaran Pemkab Bojonegoro diajak tidak hanya meningkatkan profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang berlandaskan ketulusan, amanah, kepedulian, dan akhlak mulia.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Malowopati bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi refleksi bersama untuk membangun budaya pelayanan publik yang lebih humanis sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat Bojonegoro. (yin)