Daerah

Berdiri Sejak 2012, Kelompok Peternak Sekaran Bojonegoro Ini Kini Makin Mandiri

amunisinews001
6769
×

Berdiri Sejak 2012, Kelompok Peternak Sekaran Bojonegoro Ini Kini Makin Mandiri

Sebarkan artikel ini
img 20260904 wa0018

BOJONEGORO – Kekompakan menjadi salah satu kekuatan Kelompok Peternak SPR Mega Jaya di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Berdiri sejak 2012, kelompok ini terus bertahan dan berkembang secara mandiri hingga menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat desa.

Saat ini, SPR Mega Jaya tercatat memiliki 78 anggota. Puluhan sapi dikelola di dalam kandang kelompok, sementara lebih dari 60 ekor lainnya berada di luar kandang.

Sekretaris SPR Mega Jaya, Darwanto, mengatakan perjalanan kelompok tersebut tidak lepas dari semangat para peternak untuk terus belajar sekaligus mengembangkan usaha secara bersama-sama.

Dalam pengelolaannya, kelompok juga menerapkan sistem bagi hasil.

Ketika ternak terjual, hasilnya dibagi dengan komposisi 80 persen untuk pemilik dan 20 persen bagi kelompok atau penggaduh yang bertanggung jawab merawat ternak.

“Walaupun kami sudah deklarasi mandiri tahun 2016, sampai sekarang masih terus ada pendampingan dan pelayanan dari Disnakkan, termasuk pelayanan kesehatan dan vitamin,” ujar Darwanto.

SPR Mega Jaya awalnya lahir dari program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB).

Program tersebut dimulai pada 2012 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas para peternak.

Seiring berjalannya waktu, kelompok mulai mampu berdiri lebih mandiri.

Pada 2016, SPR Mega Jaya mendeklarasikan kemandirian, meski demikian, hubungan pendampingan dengan Pemkab Bojonegoro melalui Disnakkan tetap berjalan, terutama dalam pelayanan kesehatan hewan dan pemberian vitamin.

Saat ini, terdapat delapan orang yang aktif menangani perawatan ternak atau biasa disebut penggaduh.

Bagi Darwanto, keberadaan SPR Mega Jaya bukan semata-mata soal memelihara dan menjual sapi.

Kelompok tersebut telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus salah satu penggerak aktivitas ekonomi di desa.

Kebersamaan antar anggota juga dinilai menjadi modal penting agar usaha peternakan tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Di tengah aktivitas beternak, pelayanan kesehatan hewan menjadi salah satu kebutuhan yang paling dirasakan anggota kelompok.

Darwanto menilai kecepatan petugas dalam merespons persoalan kesehatan ternak sangat penting.

Sebab, kondisi sapi bisa membutuhkan penanganan sewaktu-waktu.

“Pelayanan kesehatan ini yang paling penting. Cepat tanggap. Bahkan jam 12 malam pun ketika dibutuhkan, petugas tetap datang,” ungkapnya.

Menurut dia, pelayanan semacam itu memberikan rasa aman bagi peternak karena persoalan kesehatan ternak dapat segera ditangani.

Ke depan, SPR Mega Jaya berharap perhatian pemerintah terhadap peternak kecil tetap berlanjut.

Dukungan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga pembangunan sarana dan prasarana yang dapat menekan biaya operasional peternak.

Salah satu kebutuhan yang diharapkan adalah sumur bor untuk mendukung ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT).

Selain itu, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) juga dinilai penting agar mobilitas peternak lebih mudah dan biaya operasional dapat ditekan.

“Harapannya komitmen Pemkab tetap memperhatikan peternak kecil. Minimal sarana dan prasarana, seperti sumur bor untuk menjaga ketersediaan HMT dan pembangunan JUT agar bisa mengurangi cost, waktu, dan tenaga,” harap Darwanto.

Sementara itu, kondisi harga ternak di pasaran saat ini masih dinilai cukup aman dan mendukung keberlangsungan usaha para peternak.

Lebih dari satu dekade berjalan, SPR Mega Jaya Ngantru membuktikan bahwa kelompok peternak di tingkat desa dapat tumbuh melalui kombinasi pengetahuan, kekompakan, pendampingan pemerintah dan semangat kemandirian.

Bukan hanya menjaga populasi ternak, keberadaan kelompok ini juga ikut membuka ruang pemberdayaan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Desa Sekaran dan sekitarnya. (yin)