BOJONEGORO – Suasana penuh semangat dan nuansa religius menyelimuti Jalan Mas Tumapel, Kabupaten Bojonegoro, saat ribuan santri mengikuti Pawai Ta’aruf dan Pentas Kreativitas Santri dalam rangka Gebyar Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang digelar oleh DPD BKPRMI Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (16/6/2026) tersebut menjadi salah satu perayaan Tahun Baru Islam yang paling meriah tahun ini.
Ribuan peserta tampak memadati lokasi kegiatan sejak pagi.
Dengan mengenakan beragam atribut dan seragam lembaga pendidikan Al-Qur’an, para santri berjalan penuh antusias sembari menampilkan kreativitas dan semangat menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pawai Ta’aruf secara simbolis diberangkatkan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Hadir pula Ketua DPD BKPRMI Bojonegoro Mahmud Ridwan Yusuf, Ketua FKUB Bojonegoro Hanafi, jajaran pengurus BKPRMI, para ustaz dan ustazah pendamping, serta orang tua santri yang turut memberikan dukungan.
Ketua DPD BKPRMI Bojonegoro, Mahmud Ridwan Yusuf, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada Gebyar Muharram tahun ini sangat tinggi.
Tercatat sebanyak 46 lembaga pendidikan Al-Qur’an ikut berpartisipasi dengan melibatkan 1.931 santri dan 237 ustaz-ustazah pendamping.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi cerminan kuatnya semangat masyarakat Bojonegoro dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat syiar keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah mengajak seluruh peserta menjadikan momentum pergantian tahun hijriah sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri.
Ia menegaskan bahwa semangat hijrah harus diwujudkan dalam bentuk perubahan nyata menuju kehidupan yang lebih baik.
“Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momentum untuk memperbaiki diri. Hal-hal baik harus terus dilanjutkan, sementara yang masih kurang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Nurul Azizah juga menyoroti pentingnya peran santri sebagai generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.
Karena itu, pembinaan karakter, pendidikan agama, serta dukungan keluarga harus terus diperkuat guna mencetak generasi emas Indonesia 2045 yang unggul dan berakhlak mulia.
Dia memberikan apresiasi kepada para orang tua yang terus mendampingi anak-anak mereka dalam menempuh pendidikan keagamaan.
Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui kegiatan Gebyar Muharram ini, diharapkan semangat ukhuwah Islamiyah semakin kuat, kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh, dan para santri semakin siap mengambil peran strategis dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro di masa mendatang.
Pawai Ta’aruf dan Pentas Kreativitas Santri tidak hanya menjadi ajang perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat generasi Qur’ani di Bojonegoro terus berkembang dan menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. (Pro/yin)






